Hari Kematian

0
317

OLEH: DR. LIE STEFANUS WIJI SURATNO SE, MM, PHD.

Pengkhotbah 8:8 (TB)  Tiada seorang pun berkuasa menahan angin dan tiada seorang pun berkuasa atas hari kematian. Tak ada istirahat dalam peperangan, dan kefasikan tidak melepaskan orang yang melakukannya.

Salomo menyadari bahwa manusia tidak bisa lepas dari kematian. Setiap orang akan melewati kodrat dari siklus yaitu manusia lahir, hidup dan mati. Siapapun kita pasti akan melewati ketiganya. Ibrani 9 : 27 juga mengatakan bahwa manusia hanya hidup sekali dan setelah itu akan mati dan dihakimi. Berbahagialah selama ada hari ini. Manfaatkan dan gunakan sebaik-baiknya kesempatan yang Tuhan berikan pada hari ini. Kita tidak tahu akan hari esok. Apa yang terjadi hari esok tak ada yang tahu.

Tuhan Yesus memberikan perumpamaan bahwa kita harus seperti gadis-gadis yang bijaksana yang selalu siap dengan pelita dan minyaknya sehingga saat mempelai datang kita sudah bersiap siap dan berjaga-berjaga. Hari kematian tak ada seorangpun yang tahu. Tuhan datang seperti seorang pencuri yang datang sàat tiba-tiba.

Untuk itu Tuhan Yesus selalu mengingatkan kita untuk berjaga-jaga dan berdoa. Kalau kita selalu siap maka kapanpun hari kematian datang maka kita audah siap menyambutnya. Bagaimana kita mempersiapkan diri?

1. Kita harus selalu taat pada semua perintah Tuhan

2. Kita harus selalu banyak berkomunikasi dengan Tuhan melalui doa dan terus bergaul dengan Tuhan

3. Kita harus selalu membaca Alkitab setiap hari sehingga hati kita diisi oleh siraman siraman rohani yang memperkuat Firman Allah ada di dalam hati kita.

4. Kita harus banyak melakukan ibadah dengan rasa hormat dan takut pada Tuhan agar dengan ibadah maka kerohanian kita terisi sehingga hati kita penuh dengan sukacita

5. Kita harus selalu berdoa pada Tuhan mohon pimpinan Tuhan agar setiap hari hati dan pikiran kita selalu tertuju pada Tuhan ( I Tesalonika 5 : 16-18 ).

6. Kita harus selalu banyak memberikan kepada Allah melalui persembahan-persembahan yang berkenan kepada Allah karena saat kematian tak ada yang bisa kita bawa. Semua yang kita miliki hanya titipan Tuhan. Setiap orang harus mempertanggungjawabkan sendiri-sendiri pada Allah.

7. Kita berusaha terus melakukan yang baik dan yang benar di mata Tuhan agar nama kita bisa masuk dalam kitab kehidupan. Dalam wahyu pasal 2 dan 3 disana tercatat barang siapa yang menang sampai garis akhir maka mahkota telah tersedia bagi kita dan nama kita akan tercatat dalam kitab kehidupan Allah.

8. Kita siapkan selama ada hari ini kita gunakan sebaik baiknya waktu ini agar Tuhan berkenan akan ibadah kita kepadaNya.

Semoga sedikit nasihat ini menyadarkan kita untuk terus berbuat baik dan bertobat dengan melakukan yang baik di mata Allah dan manusia.

KESIMPULAN DAN DOA :

Tuhan ajarkan hati kami untuk memperoleh hikmat dari padaMu sehingga kami selalu siap menghadapi hari kematian sehingga Sorga yang Engkau janjikan akan menjadi milik kami.

Salam kasih,

DR. LIE STEFANUS WIJI SURATNO SE, MM, PHD.

DOSEN DOKTOR THEOLOGY DAN MINISTRY

HARVEST INTERNATIONAL THEOLOGICAL SEMINARY.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here