KESUCIAN KEHIDUPAN HENOKH

0
229

_Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. Kejadian 5:22_ ML 255.1

*Ada suatu garis penunjuk orang-orang yang ditinggikan dan dipermuliakan melalui hubungan dengan Allah, yaitu hidup bergaul dengan Sorga.* Mereka adalah orang-orang intelek kelas berat, yang berhasil secara ajaib. *Tugas mereka yang besar dan suci ialah mengembangkan tabiat yang benar*, mengajarkan pelajaran ketuhanan, bukan saja bagi orang-orang pada zaman mereka, tetapi juga bagi generasi-generasi yang akan datang. ML 255.2

Diceritakan bahwa Henokh memperoleh puteranya setelah berumur enam puluh lima tahun. Lalu ia hidup dengan Tuhan tiga ratus tahun lamanya. *Henokh mengasihi dan takut akan Tuhan serta mematuhi perintah-perintahNya selama tahun-tahun permulaan hidupnya…. Ia telah mendengar dari bibir Adam sendiri cerita tentang kejatuhan manusia dan cerita penghiburan tentang kasih karunia Allah seperti yang ternyata di dalam perjanjian, dan ia mengharapkan kedatangan Juruselamat itu.* Tetapi setelah kelahiran puteranya yang pertama Henokh mencapai suatu pengalaman hidup yang lebih tinggi, yang menghubungkan ia lebih akrab dengan Allah. Ia menyadari betul kewajiban-kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai anak Allah. Bilamana ia melihat kasih anak terhadap ayahnya, kepercayaannya yang sederhana di dalam perlindungannya, ketika hatinya sendiri merindukan kelembutan yang mendalam bagi puteranya yang pertama, ia memperoleh suatu pelajaran yang indah tentang kasih Allah yang ajaib bagi manusia dengan mengaruniakan PuteraNya dan keyakinan dimana anak-anak Allah boleh mendapat sentosa di dalam tangan Bapa yang di sorga. *Kasih Allah melalui Kristus yang tak terduga dan tak terbatas itu menjadi dasar perbaktiannya siang dan malam, dan dengan segenap semangat jiwanya ia berusaha menyatakan kasih tersebut kepada orang-orang di sekitarnya.* ML 255.3

Baca juga  FIRMAN YANG MENJADI MANUSIA

*Henokh berjalan dengan Allah bukan di dalam suatu khayalan atau lamunan, tetapi di dalam seluruh kewajibannya setiap hari…. Di tengah-tengah keluarga dan di dalam kaitannya dengan sesama manusia, sebagai seorang ayah dan suami, seorang sahabat, seorang warga negara, ia adalah seorang hamba Tuhan yang teguh dan tidak goyah.* ML 255.4

“`Kiranya Tuhan Selalu Memberkati Kita!“`

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here