Kasih Tidak Pernah Pudar

0
408

 

 

Oleh: P. Adriyanto

 

 

 

“Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.”

*1 Korintus 13:13*

 

 

Malam ini tentu anda menyaksikan pembukaan Asian Games ke 18, di mana perhelatan semacam ini hanya bisa terlaksana berdasarkan kasih antar 40-an bangsa-bangsa yang berpartisipasi.

Contoh, dua Korea bergabung menjadi satu tim, China dan Taiwan bertemu dalam event ini dengan penuh kedamaian.

Kasih juga kita temui dalam bencana besar seperti di NTB yang menggerakkan hati orang untuk saling tolong menolong dengan mengesampingkan perbedaan suku dan agama.

 

Banyak orang di luar sana yang tidak mengetahui dengan tepat apa sebenarnya kasih itu. Sesuai dengan 1 Korintus 13:4, ada sejumlah kriteria kasih:

*”Sabar, murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Tidak melakukan yang tidak sopan, dan tidak mencari keuntungan, tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Tidak bersukacita karena ketidakadilan, dan masih ada beberapa kriteria lain.”*

Kriteria-kriteria di atas secara keseluruhan membentuk arti dari kasih seperti yang di ajarkan oleh Kristus.

 

Karena faktor-faktor emosionalitas, perbedaan pandangan, agama, politik, uang dan lain-lain, maka telah menyebabkan orang/bangsa kehilangan kasih. Orang saling bermusuhan, terjadi perceraian, penyiksaan dan bangsa bangkit melawan bangsa.

 

Apabila kita menjalani hidup ini dengan kasih, maka kita juga tidak akan mengalami kegagalan dan berbagai masalah yang menyesakkan. Kita harus mengutamakan karunia roh. Kita harus mengejar kasih dan memperoleh karunia-karunia Roh.

*”Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.”*

*1 Korintus 14:1*

Baca juga  PUNYA IMAN DAN KERENDAHAN HATI

Karunia bernubuat, adalah kemampuan berkata-kata kepada manusia yang membangun, menasehati dan menghibur (1 Korintus 14:3).

 

Kita harus terus belajar dan bertumbuh dalam kasih sampai pada tingkat yang Tuhan kehendaki. Kita harus belajar bagaimana mengasihi sesama seperti yang didedikasikan oleh Mother Teresa sepanjang hidupnya.

Amin.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here