Kegairahan 4 B di Manado

0
272

Oleh: Sigit Triyono (Sekum LAI) www.alkitab.or.id  IG:lembagaalkitabindonesia

Sudah menjadi legenda singkatan 3 B yang menjadi daya tarik Kota Manado, yaitu: (1) Bubur Manado, (2) Bunaken, dan (3) Bukit Doa. Ada satu tambahan B yang keempat yang tidak kalah dari 3 B di atas, yaitu “Bible” atau Alkitab.

Bila kita tinggal di Kota Manado dalam sepekan saja maka kita bisa merasakan bahwa masyarakat Kota Manado tidak dapat dipisahkan dari Alkitab. Dari hari minggu sampai hari minggu berikutnya, setiap hari selalu saja ada aktivitas peribadahan yang selalu menggunakan Alkitab, baik di Gereja maupun di rumah-rumah dan kantor-kantor masyarakat Kota Manado.

Ada satu tradisi “Hari Pengucapan” yang semula bagian dari acara Gereja, sekarang sudah menjadi program pemerintah untuk menggairahkan Pariwisata. “Hari Pengucapan” adalah acara dimana semua rumah penduduk menyiapkan makanan, minuman dan oleh-oleh yang dapat dinikmati bersama sanak saudara yang berkunjung ke rumah mereka. Mirip dengan “Thanks Giving Day” di Amerika. Sekarang “Hari Pengucapan” sudah ditetapkan secara bergiliran masing-masing Kabupaten dan Kota oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Oleh masyarakat Kota Manado khususnya dan Sulut pada umumnya “Hari Pengucapan” dipahami sebagai bagian dari kegiatan peribadahan juga.

Sekarang sedang digalakkan slogan “Sulut Bangkit” oleh Pemerintah Provinsi Sulut dan berbagai unsur masyarakat. Slogan ini ditujukan guna  membangkitkan semangat masyarakat untuk maju, berkembang dan menang dalam persaingan. Upaya dukungan dilakukan oleh masyarakat dengan berbagi aktivitas yang juga dekat dengan Alkitab.

Saat saya bertemu dengan Bapak Ronny Lumempo, Ketua “Full Gospel Business Fellowship” Wilayah Sulut  kemarin (13/8/2018), beliau menceriterakan dengan sangat semangat bahwa ada banyak hal yang harus dilakukan untuk memajukan masyarakat, khususnya generasi muda Sulut. Tantangan sangat besar, terutama dengan adanya gelombang digitalisasi yang sudah merambah sampai ke desa-desa. Pornografi, narkoba dan nilai-nilai yang tidak sesuai dengan Alkitab sudah banyak merusak generasi muda.

Baca juga  CARILAH TUHAN MAKA KAMU AKAN HIDUP

Pak Ronny sangat sukacita saat mendengar bahwa salah satu mandat LAI yang diberikan oleh Gereja-gereja di Indonesia adalah untuk mengupayakan agar Alkitab menjadi pedoman hidup keseharian umat (“Bible Engagement”). “Full Gospel Business Fellowship” wilayah Sulut yang sedang merancang program-program untuk mendukung “Sulut Bangkit” sangat terbuka bekerjasama dengan LAI.

Saat saya berjumpa dan berdiskusi dengan Ketua Sinode KGPM (Kerapatan Gereja Protestan Minahasa) Ibu Gembala Pdt  Fetrisia Keke Alling di kantornya, ada tiga hal yang dirasa baru dari LAI. Selama ini pemahamannya tentang LAI “hanya” sebagai penerjemah, penerbit dan penyebar Alkitab ke seluruh Indonesia. Ternyata ada tugas “bible engagement”, “bible advocacy” dan “bible ministry” yang harus diemban juga oleh LAI, dan KGPM sangat terbuka untuk bekerjasama dalam kepedulian yang sama demi umat Gerejanya.

Gereja terbesar di Sulut adalah GMIM (Gereja Masehi Injili Minahasa). Sudah banyak program LAI yang selalu didukung oleh Gererja ini. Saat saya bertemu dengan Sekretaris Sinode GMIM, Pdt. Evert A.A. Tangel, di tengah-tengah perayaan 90 tahun GMIM Jemaat Paulus di Kota Manado, beliau menegaskan bahwa dukungan GMIM akan tetap konsisten terhadap LAI. KKPD (Kelompok Kerja Penggalangan Dukungan) Mitra LAI di Manado yang Ketuanya adalah Pendeta Hanny Montolalu yang juga dari GMIM, sudah berkomitmen untuk menyukseskan program Hari Doa Alkitab pada bulan September nanti di semua jemaat GMIM.

Kegairahan terhadap aktivitas yang berhubungan dengan “Bible” atau Alkitab juga terlihat saat bertemu dengan Wakil Kepala Kantor Wilayah Sulut BRI Bapak Edison Tampubolon.  Diceriterakan bahwa karyawan BRI yang beragama Kristen dan Katolik memiliki anggaran pasti yang siap disalurkan untuk kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan Alkitab.

Baca juga  SUKACITA DI SORGA

Patung Tuhan Yesus memberkati Kota Manado yang menjulang tinggi di bukit menjadi salah satu penanda bahwa Kota Manado tidak dapat dipisahkan dari “Bible” atau Alkitab. Kiranya damai sejahtera selalu tinggal di Kota Manado dan Provinsi Sulawesi Utara.

*#SalamAlkitabUntukSemua*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here