Tuhan Ingin Kita Memiliki Pikiran dan Perasaan Seperti Yang Terdapat dalam Diri-Nya

0
544

 

 

 

Oleh: P. Adriyanto

 

 

 

“Hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan  kepentingannya sendiri, tapi kepentingan orang lain juga. Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.”

*Filipi 2:2~5*

 

 

Kebersamaan yang diikat dengan pikiran, hati, kasih, jiwa dan tujuan yang sama adalah merupakan kohesivitas yang kokoh untuk menciptakan keberhasilan, keharmonisan dan kebahagian yang merupakan salah satu faktor kunci untuk mencapai kebahagiaan dan keberhasilan keluarga, organisasi gereja dan juga organisasi bisnis.

Bisa kita bayangkan, organisasi apapun akan berantakan bila tidak ada kebersamaan.

 

Anda mungkin telah menyaksikan film tenggelamnya kapal pesiar mewah Titanic atau Poseidon, di mana para penumpang terikat dalam kebersamaan tempat, yakni sama-sama berada di satu kapal yang sama. Namun kebersamaan tempat ini tidak mempunyai arti apa-apa dan tidak ada kohesivitas sama sekali. Ketika kapal mulai bocor dan sudah miring, para penumpang berebut pelampung dan sekoci untuk menyelamatkan diri sendiri. Jadi jelas tidak ada kebersamaan perasaan hati, pikiran, jiwa dan tujuan.

Ada tujuan bersama yakni ingin selamat, tapi itu tujuan individu yang saling berbenturan sehingga tidak mempedulikan orang lain.

Tujuan hanya bisa dicapai bila ada kegiatan-kegiatan yang terkoordinasi dengan baik yang ditopang oleh perencanaan dan strategi yang tepat.

 

Yang paling sulit adalah terbentuknya kesatuan jiwa. Kesatuan jiwa ini bisa kita ilustrasikan seperti kisah Romeo dan Juliet. Kesatuan jiwa tidak hanya terbentuk dalam cerita novel, tapi itu tidak mustahil bila kita minta campur tangan Tuhan. Bukankah Tuhan minta kita punya pikiran dan perasaan seperti yang ada dalam hati-Nya?

Firman Tuhan mengatakan: *”Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!”*

*Mazmur 133:1*

Dalam kehidupan bersosialisasi di manapun, kita harus hidup bersama dengan rukun, dan menghilangkan sekat-sekat perbedaan.

Amin.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here