Memuliakan Tuhan dengan Harta Milik

0
801

 

 

Oleh: Pdt. Dr.Anna  Ch.Vera Pangaribuan

 

Selamat hari Minggu bagi kita semua,

Pengkhotbah 5:9-16

 

 

Harta adalah anugerah Allah kepada setiap manusia yang menjadi pewaris untuk memelihara kehidupan di dunia ini. Semenjak dunia ini diciptakan oleh Allah, Allah pertama sekali memberikan taman Eden sebagai tempat tinggal manusia untuk melanjutkan kehidupan mereka sesuai yang diperintah oleh Allah. Berkembangnya bangsa atau umat Allah juga mempengaruhi kebutuhan setiap makhluk hidup di Dunia ini. Salah satu bukti ialah, pemberian tanah Kanaan yang merupakan tanah yang dijanjikan oleh Allah kepada umatNya sebagai bentuk semakin banyak yang harus menghuni dunia ini. Sesungguhnya kepemilikan harta hanya ada pada Allah saja, sebab Allah yang ciptakan segala sesuatunya dan diberikan (dititipkan) kepada manusia untuk dikuasai dan jaga.  Tetapi atas dasar keinginan daging yang dipengaruhi oleh iblis. Maka, Adam jatuh kedalam dosa melalui memakan buah pohon yang dilarang oleh Allah. Setelah itu, kehidupan manusia mulai merasakan ketidaksenangan di dalam hidup akibat pelanggaran. Perkembangan pelanggaran ini telah merasuki kehidupan di jaman ini bahkan dijaman ini mempunyai kemiripan dengan kehidupan dijaman Alkitab. Kejahatan karena harta atau karena uang dapat merusak diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Hal ini dapat kita ikuti melalui kotbah ini

 

Kitab pengkhotbah adalah kitab yang banyak memuat berita yang bertolakbelakang tentang perbuatan manusia di dunia ini. Salah satu perbuatan itu adalah mencari dan mengumpulkan harta duniawi. Sikap mencari dan mengumpulkan harta jelas dikatakan di dalam kitab ini dengan bahasa MENCINTAI UANG akan menciptakan diri seseorang mempunyai perasaan yang tidak puas. Menambah harta duniawi juga akan menambah jumlah personil yang akan menggunakannya. Apabila kekayaan tidak dapat dimanfaatkan dengan baik, maka kekayaan itu sendiri akan menjadi maut bagi kita sendiri bahkan menjadi malapetaka bagi keluarga kita. Hal ini jelas digambarkan bahwa manusia datang ke dunia ini malalui rahim ibunya tidak membawa apa-apa (telanjang), dan pergi juga dari dunia ini tidak akan membawa apa-apa.

Baca juga  YESUS TETAP SETIA 

 

Melalui firman Allah pada Minggu ini, ada beberapa hal yang mau diajarkan kepada kita, yaitu:

 

1. Sikap bersyukur akan pemberian Allah kepada kita saat ini. Bersyukur akan menjadikan pribadi kita jauh dari mencari dan mengejar uang bahkan menjauhkan diri kita dari ketidakpuasan. Saat ini adalah hidup pemberian Tuhan kepada kita, marilah saudaraku kita bersyukur atas itu semua. Melihat dari setiap profesi kita saat ini, adalah bagian berkat Allah yang harus kita syukuri. Tukang becak, pedagang, supir, pegawai negeri sipil dan lain sebagainya adalah berkat Allah yang harus kita syukuri. Bila tidak hidup kita akan selalu berkekurangan!

 

2. Menguasai dan menggunakan berkat Allah. Setelah kita mensyukuri berkat Allah saat ini, kita juga diperintahkan untuk menyalurkan berkat itu kepada yang lain agar berkat itu menjadi berkat bukan menjadi malapetaka. Tetapi perlu diingat bahwa memberi bukan karena belaskasihan, tetapi karena kita telah diberkati. Sebab kita adalah makhluk yang dikasihani oleh Allah. Baik orang kaya, maupun orang miskin, baik orang pintar maupun orang lambat, semua kita sama di hadapan Allah. Kita lahir sama-sama tidak membawa apa-apa, tentu kita memberi bukan karena kekuatan, kepintaran dan usaha kita. Tetapi semuanya hanya karena berkat Allah yang telah kita rasakan

 

3. Ketenangan hidup bukan berasal dari harta melainkan dari kelangsungan hidup kita memakai berkat Allah di dalam dunia ini. Ada yang fokus kepada berkat yang diberikannya oleh Allah di dalam hidupnya, tetapi ini tidak menjamin ketenangan di dalam hidupnya. Disamping itu, ada yang fokus kepada pemberi berkat yaitu Allah. Oleh karena itu, mari hidup bersama dengab tuntunan Allah agar berkat yang ada pada kita menjadi berkat juga bagi orang lain.

Baca juga  YESUS TETAP SETIA 

 

Selamat melayani untuk Kita semua

Salam Marturia

Pdt. Dr.Anna  Ch.Vera Pangaribuan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here