Tuhan Tidak Berkenan Kepada Orang Yang Serakah Dengan Harta

0
2408

 

 

Oleh: P. Adriyanto

 

 

 

 

 

“Akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”

“2 Timotius 6:10”

 

Pada tanggal 18/6 telah terjadi tenggelamnya KM Sinar Bangun di danau Toba, yang memakan korban tewas 4 orang, 22 orang selamat dan 198 orang hilang.

Kapal ini sebenarnya berkapasitas hanya 40 orang, tapi pada saat tenggelam jumlah penumpang sebanyak 200 orang lebih plus mobil dan belasan motor. Pencarian korban hilang sudah berhari-hari dilakukan oleh Basarnas, namun tanpa hasil karena luas danau Toba adalah 1.145 km² dan kedalamannya 1.600 m, lebih dalam dari laut Jawa.

 

Berdasarkan pengusutan pihak kepolisian ada 4 tersangka yakni pemilik yang adalah nahkoda kapal, Tua Sagala, dan 3 pejabat pelabuhan. Ternyata kapal tidak dilengkapi dengan life jacket, tidak ada manifest (daftar nama penumpang) dan tidak ada dokumen-dokumen dokumen kapal. Walaupun demikian kapal tetap dioperasikan karena mereka berempat ingin memperoleh uang dengan cara yang tidak wajar.

 

Ke-empat tersangka telah dibutakan mata hati dan nuraninya oleh uang, sehingga tidak membayangkan bahwa perbuatan mereka akan mengorbankan ratusan jiwa orang.

Mereka telah menjadi hamba uang sehingga mereka menjadi serakah.

Bukan saya ingin mendahului keputusan pengadilan, tapi sudah dapat dipastikan bahwa ganjaran bagi ke-empat tersangka tersebut pasti sangat berat. Menyesal pun tidak ada gunanya, karena maut dan kesengsaraan sudah menanti mereka.

*”Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”*

*Ibrani 13:5*

 

Janji Tuhan di atas juga berlaku bagi kita. Bila kita tidak menjadi hamba uang terutama dengan mencuri, korupsi, manipulasi pajak dan perbuatan-perbuatan lain yang negatif, maka Tuhan pasti memelihara kita dengan berkecukupan.

¹ *”Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?.”*

*Markus 8:36~37*

 

² *”Pada hari kemurkaan harta tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orangan dari maut.”*

*Amsal 11:4*

 

Dalam renungan saya kemarin, saya kutipkan Firman bahwa kita selayaknya dan seharusnya mengasihi Tuhan.

Jangan kita berpaling dengan mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya yang hanya akan memuaskan keinginan daging kita sesaat.

*”Semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.”*

*1 Yohanes 2:16~17*

 

Manusia hidup memang perlu uang dan Tuhan tidak pernah melarang umatNya untuk hidup berlimpah dalam harta, tapi asal tetap mematuhi perintah-perintah-Nya. Pergunakan harta yang merupakan berkat Tuhan untuk pekerjaan Tuhan dan menolong sesama yang membutuhkan.

Amin.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here