Tetap Percaya dan Setia kepada Tuhan dalam Suka-duka

0
1049

 

Oleh: Stefanus Widananta

 

Tetapi jawab Ayub kepadanya: “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.

Ayub 2;10

 

Pada umumya tidak ada manusia yang mau hidupnya menderita, semua orang ingin hidup nyaman, aman dan enak.

Dan untuk itulah berbagai cara ditempuh manusia agar bisa hidup enak, termasuk cara-cara kotor dan tidak benar.

 

Namun berbeda dengan Ayub, Alkitab menyebut Ayub sebagai seorang yang jujur, saleh dan menjauhi kejahatan.

Ketika hidupnya enak, nyaman dan kaya raya, dia tidak lupa diri, dia tetap beriman kepada Allah dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya.

Juga ketika dia kehilangan segalanya, hartanya, anak-anaknya, bahkan isterinya meninggalkan dia, Ayub tetap tegar, tak mengeluh ketika kepahitan, penderitaan hadir dalam kehidupannya.

Bahkan dia marah ketika isterinya menyuruhnya meninggalkan Allahnya, karena tidak kuat lagi menerima kenyataan hidup yang pahit dan menuduh Allah sebagai Allah yang tidak adil.

 

Ayub dalam segala penderitaannya, tetap berjalan dalam kebenaran, dia tidak berusaha menyelamatkan diri sendiri, dia tidak berfokus pada diri sendiri, dia mampu mengendalikan diri dan memimpin dirinya sendiri dengan baik sehingga menjadi teladan yang baik bagi kita orang percaya.

Semua dilakukan Ayub, karena dia takut akan Allah.

 

Banyak orang di jaman now ini justru bukan takut akan Allah, melainkan memanfaatkan nama Allah untuk mencari keuntungan diri, lihatlah orang-orang yang berjubah dan memakai atribut keagamaan, hanya supaya dirinya dipuji dan disegani.

Dan tidak sedikit yang bersumpah demi Allah, agar kata-katanya, janji-janjinya dipercaya oleh orang lain.

 

Mari kita belajar dari Ayub yang tidak lupa diri ketika dia hidup enak, nyaman, demikian juga ketika dia mengalami kepahitan yang luar biasa, dia tetap tegar, tidak cengeng, tidak mengasihani diri sendiri, tetap percaya dan takut akan Allah.

 

Tuhan Yesus memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here