Refleksi Kenaikan Kristus ke Surga

0
407
Yerry Tawalujan
Yerry Tawalujan

 

 

Oleh: Pdt. Yerry Tawalujan, M Th.

 

 

KENAIKAN KRISTUS KE SURGA ADALAH SERAH TERIMA TUGAS PEMBERITAAN INJIL KEPADA GEREJA

 

 

Kisah Para Rasul 1: 8 -Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

 

Kenaikan Kristus ke surga adalah tanda selesainya tugas pelayanan Yesus (dalam rupa manusia) dan diberikannya mandat pelayanan kepada para murid dan semua orang percaya.

 

Tugas Yesus sudah selesai. Sekarang tugas itu diberikan kepada para murid. “Kamu akan menerima kuasa” dan “kamu akan menjadi saksi” adalah 2 kata kunci dalam Kis.1: 8.

 

Pemberian mandat melanjutkan tugas Yesus untuk pemberitaan Injil juga dikatakan Kristus dalam Matius 28: 18-20.

 

Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

 

Jadi lengkaplah 3 hal diberikan Tuhan sebelum kenaikannya ke surga: 1. Pemberian mandat,  2. Pemberian kuasa, 3. Penjabaran tugas kerja (job discription).

 

GEREJA DIPANGGIL UNTUK PEMBERITAAN INJIL MENYELURUH – DARI YERUSALEM SAMPAI KE UJUNG BUMI

 

Penjabaran tugas kerja yang diberikan Yesus adalah kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, Yudea, Samaria sampai ke Ujung Bumi.

 

Yerusalem-Yudea secara budaya dan geografis berdekatan. Adat istiadatnya serupa. Untuk konteks misi, Yerusalem-Yudea adalah pekabaran Injil kedalam lingkungan gereja sendiri. Pelayanan misi internal ke masyarakat Kristen.

Baca juga  YESUS TETAP SETIA 

 

Samaria dan ujung bumi berbeda. Konteks budaya Samaria apalagi Ujung Bumi (suku-suku non Yahudi) sangat berbeda dengan Yerusalem-Yudea. Dalam konteks pekabaran Injil, pelayanan ke Samaria dan Ujung Bumi memerlukan pendekatan lintas budaya. Pelayanannya menjangkau ke luar “tembok-tembok” Kekristenan.

 

Jadi, gereja dipanggil bukan hanya untuk menggembalakan jemaat Kristen saja, tapi juga dipanggil untuk penjangkauan keluar untuk melayani bangsa-bangsa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here