Tuhan  Memberkati Kita dengan Berkat Rohani yang Berlimpah bila Kita Memberi Bantuan kepada Orang Miskin

0
797

 

 

 

Oleh: P. Adriyanto

 

“Berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di Surga.”

*Markus 10:21*

 

Beberapa hari yang lalu terjadi tragedi bagi-bagi sembako yang di selenggarakan oleh Forum Untuk Indonesia (FUI) di Monas yang memakan dua korban bocah yang meninggal.

Acara yang di bungkus dengan perayaan Paskah ini, didanai oleh 50 orang pengusaha dan para pelaksana/anggota panitianya sebagian besar/seluruhnya adalah orang-orang Kristen.

Sebagai akibat dari tragedi ini, telah terjadi kericuhan dan perdebatan di masyarakat, DPRD, partai politik dan tokoh-tokoh masyarakat yang mengecam program FUI tsb dan bahkan mencampuradukkan dengan politik.

 

Tuhan memang memerintahkan kita untuk memberi bantuan kepada sesama yang membutuhkan sesuai kemampuan kita masing-masing.

*”Janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan.”*

*Ibrani 13:16*

 

Pemberian bantuan di atas harus dengan tujuan dan cara yang benar berlandaskan sukacita, tulus ikhlas dan hati yang murah.

Jangan kita memberi bantuan agar dilihat banyak orang untuk menuai pujian seperti yang dilakukan oleh orang-orang munafik.

*”Jangan kamu melakukan kewajiban agamamu supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu.”*

*Matius 6:1*

 

Kita harus membedakan kegiatan-kegiatan philantrophy vs charity. Philantrophy adalah jiwa kedermawanan yang tidak memerlukan pujian dari orang-orang lain. Charity adalah kegiatan amal di depan banyak orang dengan membagi-bagi sembako, pakaian bekas, dll misal kepada para korban bencana alam. Orang yang berjiwa philantrophis tidak perlu menonjolkan namanya. Yang terpenting, tujuan membantu orang telah tercapai. Para philantrophist dari saudara sepupu kita selalu mengatakan : *”dari hamba Allah”*

 

Bukankah Yesus berfirman:

*”Jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu”*

*Matius 6:3~4*

 

Orang yang hidupnya berkenan kepada Tuhan, telah melupakan segala perbuatan baiknya pada hari penghakiman.

*”Tuhan bila manakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?”*

 

*”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”*

*Matius 25:37,40*

(Baca selengkapnya Matius 25:31~46)

 

Janganlah kita mementingkan hal-hal keduniawian, yang bertujuan untuk menarik perhatian dan simpati banyak orang serta pujian. Tuhan menghendaki kita melakukan kedermawanan dengan tersembunyi. Ingatlah Allah menentang orang yang congkak, tapi mengasihi orang yang rendah hati.

Amin.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here