Memenangkan Pertandingan Iman

0
446

 

 

Oleh: Oscar Wirawan

 

Ibrani 12:1-29

 

Puji Tuhan, kita mempunyai *banyak saksi yang menang oleh iman.*

 

*Kesaksian mereka sangat meneguhkan iman kita, mulai dari Habel, Henokh, Nuh, Abraham, Ishak, Yakub, Jusuf, Musa, Yosua, Daud, Ayub, Gideon sampai Zakharia,* nabi terakhir sebelum muncul Yohanes Pembaptis yang mempersiapkan kedatangan Kristus yang pertama.

 

Banyaknya kesaksian mereka dari generasi ke generasi *bagaikan awan yang mengelilingi kita, sehingga iman kita seharusnya bisa tetap teguh, tahan goncang di tengah berbagai tantangan, kesulitan dan badai persoalan hidup*.

 

Karena itu, marilah kita *menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita,* dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan (iman) yang diwajibkan bagi kita.

 

*Kita pasti menang* dalam pertandingan iman jika kita *melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Tuhan Yesus,* yang memimpin kita dalam iman, dan *yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.*

 

Yesus sendiri rela *menjalani kehinaan dan tekun memikul salib* hingga mendapatkan sukacita yang disediakan Bapa bagi *Kristus, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa.*

 

Dengan selalu *mengingat Kristus yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu* terhadap diri-Nya, *iman kita tidak akan menjadi lemah dan kita tidak akan putus asa.*

 

Karena itu *kita yang ingin memenangkan pertandingan iman,* marilah kita tekun berusaha *hidup damai dengan semua orang* dan *terus mengejar kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan dan mendapat dukungan dari Tuhan*

 

Jagalah supaya kita *jangan menjauhkan diri dari kasih karunia Allah,* supaya *tidak tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang*.

Baca juga  DUNIA TERANCAM RESESI

 

*Janganlah kita menjadi cabul atau mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau*, yang menjual hak kesulungannya, hanya untuk sepiring makanan.

 

Tetapi kita sudah datang ke *Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat,* suatu *kumpulan yang meriah, jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga*.

 

Ke sanalah tujuan kemenangan iman kita, yaitu *kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna*

dan *kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dengan darah pemercikanNya, yang berbicara lebih kuat dari pada darah Habel.*

 

Suara-Nya akan menggoncangkan bumi, sesuai janjiNya: *”Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.”*

 

Ungkapan *”Satu kali lagi”* menunjuk tentang goncangan yang akan terjadi nanti untuk *menggoncangkan semuanya* supaya nanti terbukti akan *tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan, yaitu: Kerajaan Allah dan kebenarannya.*

 

Kerajaan Allah dan kebenarannya adalah satu-satunya institusi, organisasi, sistem kehidupan yang akan bertahan selama-lamanya, kekal, dan abadi karena didukung oleh prinsip-prinsip yang menghidupkan, ysng abadi, yaitu: buah-buah roh,

*kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri*. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Galatia 5:22-23

 

Jadi, karena kita menerima *kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya,* dengan hormat dan takut.

 

Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan semua yang tidak kudus dan tidak benar.

 

*Have a blessed day* JBU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here