Hidup yang Sangat Kita Inginkan

0
335

 

 

 

Oleh: Oscar Wirawan

 

John Ortberg dlm bukunya “The Life You’ve Always Wanted” menuliskan bahwa kehidupan Kristen bukan hanya tentang diampuni dan masuk surga tapi tentang *kehidupan yang memberi dampak di setiap aspek kehidupan yang diinginkan oleh setiap orang.*

 

“Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya *mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu* yang di sorga.”

Matius 5:16

 

“Dan *mereka disukai semua orang*. Dan *tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka* dengan orang yang diselamatkan”. Kisah Para Rasul 2:47.

 

Kehidupan Kristen bukan hanya tentang ibadah ekslusif di gedung gereja dan komsel, tapi tentang *kehidupan sehari-hari yang dijalani yang menarik untuk diikuti oleh banyak orang* karena sesungguhnya Kristus sendiri yang hidup di dalam kita. Karakter Kristus terukir semakin mendalam dalam diri kita.

 

“namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.”

Galatia 2:20.

 

Kehidupan Kristen bukanlah kehidupan yang monoton, rutin dan membosankan, tapi *kehidupan yang dinamis, bergairah karena kuasa ilahi-Nya* telah memampukan kita untuk mengalami *transformasi sejati, yaitu mencapai keserupaan Kristus*, mencapai kodrat ilahi yang meluputkan kita dari hawa nafsu duniawi.

 

“*Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna* untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.

Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita *janji-janji yang berharga dan yang sangat besar,* supaya olehnya kamu boleh *mengambil bagian dalam kodrat ilahi*, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.” 2 Petrus 1:3-4

Baca juga  Faktor Kunci Sukses (Key Success Factor)

 

Kehidupan Kristen bukanlah jalan kuno disiplin rohani yang penuh larangan, kewajiban dan ketakutan akan hukuman, namun tentang *disiplin rohani berdasarkan hukum kasih karunia yang memerdekakan, yang membuat kita suka rela, bahkan sukacita disiplin rohani* karena merasakan *kasihNya yang tanpa syarat dan tak terbatas terus menerus menguatkan dan mendukung kita* untuk:

 

1.Berhasil *memiliki pikiran dan perasaan Kristus*. Filipi 2:5. Berhasil *memikirkan  semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji*, Filipi 4:8

 

2. Berhasil *menambahkan kepada imanmu kebajikan*, *pengetahuan*, *penguasaan diri,* *ketekunan,* dan *kesalehan,* *kasih kpd saudara-saudara*, dan *kasih kpd semua orang.* 2 Petrus 1:5-7

 

3. Berhasil *hidup dipimpin oleh Roh, sampai menghasilkan buah Roh:* kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Galatia 5:18, 22-23

 

Selamat hari minggu, selamat menjalani kehidupan Kristen yang kita inginkan dan diinginkan oleh semua orang karena tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

 

JBU.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here