Allah Menyertai Engkau

0
599

Oleh: Pdt. Anna Vera Pangaribuan

 

 

Selamat pagi untuk kita semua, kiranya kasih karunia dari Yesus Kristus menyertai kehidupan kita sekalian.

 

 

Kejadian 21:22b,  “Allah menyertai engkau dalam segala sesuatu yang engkau lakukan.

 

 

Kita menyakini dan mengatakan bahwa perjumpaan itu selalu diatur oleh Tuhan, atau tidak ada perjumpaan yang kebetulan di dalam hidup kita. Ada banyak sekali cerita yang boleh kita ingat bahwa perjumpaan-perjumpaan yang pernah terjadi baik itu dari kalangan masyarakat kepada para pemimpin negara, daerah maupun pemimpin gereja itu adalah pengaturan Tuhan di dalam kehidupan kita. Bahkan secara pribadi juga saya tidak pernah berpikir saya akan berjumpa dengan para pemimpin negara kita ini yaitu Presiden Jokowi di istana merdeka di tahun lalu. Ada banyak lagi perjumpaan yang saya alami bersama dengan orang-orang yang tidak saya sangka-sangka, begitu juga dengan perjumpaan jemaat-jemaat yang berada di daerah Zending ( listrik, air dan teknologi yang belum maju).

 

Perjumpaan ini juga pernah dialami oleh Abimelek dengan Abraham. Dimana Abraham yang dikenal sebagai bapa orang percaya, mempunyai keturunan yang banyak sepeti bintang di langit dan pasir di pantai. Bukan itu saja, Abimelek juga melihat komitmen Abraham kepada Allah dalam hal penyembahan (ibadah). Melalui perjumpaan yang pernah terjadi diantara mereka, saat ini firman Allah menegaskan kembali perjumpaan mereka di sebuah peristiwa yang berbeda. Abimelek menyakini dan mengakui di dalam perjumpaan itu bahwa “Allah menyertai engkau dalam segala sesuatu yang engkau lakukan”. Hal ini diungkapkan Abimelek kepada Abraham sebagaimana pengalaman Abimelek yang berjumpa dengan Abraham. Perjumpaan ini juga membawa perubahan yang baik akan Abimelek, dimana Abimelek dapat meningkatkan pengenalannya kepada Allah melalui sikap pribadi di dalam ibadahnya kepada Allah.

Baca juga  GEREJA 57 SEN

 

Saudaraku, kita pasti selalu berjumpa dengan orang-orang setiap harinya, khususnya berjumpa dengan teman-teman seiman. Hal ini mau mengingatkan kita, apakah perjumpaan kita telah membawa pengaruh yang positif bagi mereka, begitu juga hal sebaliknya. Jika kita belum memahami sampai kepada hal itu, marilah memeriksa diri kita yang berjumpa dengan saudara-saudari kita sampai saat ini, apakah pengaruh perjumpaan kita bagi mereka? Bahkan hal yang lebih dalam lagi adalah perjumpaan kita harus dapat mempengaruhi hubungannya dengan Allah kearah yang baik dan positif.  Abraham adalah orang yang percaya dan taat kepada Allah, jika kita mau percaya dan taat kepada Allah, maka kita juga akan diberikan anugerah oleh Allah untuk melakukan semuanya itu. Amin

 

Selamat beraktivitas untuk kita semua

Salam Marturia.

Pdt. Anna Vera Pangaribuan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here