Kita Harus Meneladani Semangat Orang Majus Dalam Upaya Mencari Yesus

0
1200

Oleh: P. Adriyanto

 

“Sesudah Yesus dilahirkan  di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang Majus  dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya, di mana      Dia  raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu ?”

*Matius 2:1~2*

 

 

Orang Majus yang merupakan orang-orang bijak dari Persia adalah para ahli astrologi. Mereka menempuh jarak ribuan mil dan memakan waktu berminggu-minggu untuk sampai ke Betlehem. Mereka mengikuti bintang sebagai penunjuk jalan. Ketiga orang Majus tersebut sampai dan menjumpai bayi Yesus setelah Yesus berumur 40 hari.

Dalam bahasa Suriah mereka bernama Larvandad, Normisdas dan Gusnasaf dan versi Eropa nama mereka adalah Baltasar, Melkior dan Kaspar.

Mereka masing-masing mempersembahkan emas, kemenyan dan mur. Khabarnya, emas menandakan bahwa bayi Yesus akan menjadi Raja Yahudi; Kemenyan  menandakan bahwa bayi Yesus akan menjadi Imam besar, dan mur menandakan bahwa bayi Yesus akan mati untuk menebus dosa manusia.

 

Keteladanan yang dapat kita ambil dari ketiga orang Majus di atas adalah:

 

# Walau harus menempuh ribuan mil dan naik unta, mereka memiliki tekad dan kerinduan untuk menemui Yesus.

Coba kita bayangkan, kadang kalau hari hujan dan harus naik kendaraan umum, kita dengan cepat memutuskan untuk tidak beribadah di gereja. Bahkan kepala pusing sedikit saja, malas berdoa. Namun ada keluarga yang harus berjalan kaki 2  jam untuk pergi ke  gereja.

 

# Para orang Majus adalah orang-orang kaya dan mungkin sangat sibuk. Namun, mereka menyediakan waktu berminggu-minggu untuk menemui bayi Yesus.

Kemarin saya ulas tentang waktu untuk Tuhan yang walau hanya sedikit secara persentase dibanding dengan waktu hidup kita, masih ada banyak orang yang selalu mengeluh bila mengikuti ibadah di gereja, buktinya? Ibadah belum selesai, banyak orang yang buru-buru pulang.

 

# Para orang Majus melalui mimpi diminta untuk melalui jalan lain agar tidak lagi menemui Herodes, dan mereka menaatinya. Bagaimana dengan kita, ada berapa banyak  di antara kita yang menaati perintah dan Firman Tuhan?

 

Walau ketiga orang Majus itu adalah orang-orang bijak dan ahli astrologi, tapi mereka dengan kerendahan hati mau mengikuti petunjuk bintang dari Tuhan.

Kita juga harus tetap mengandalkan Tuhan bukan pada kekuatan diri kita sendiri. Biarkan Tuhan memberi hikmat dan kekuatan kepada kita dengan kuasa-Nya.

*”Hendaklah kamu kuat  di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.”*

*Efesus 6:10*

 

Jangan pernah bermegah diri dengan mengandalkan kepintaran kita, tapi kita tetap harus bergantung pada Tuhan. Percayalah bahwa pada saat kita merasa tidak berdaya, Tuhan selalu menguatkan kita.

Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here