Menanti Kedatangan Yesus

0
1178

Oleh: Pdt. Anna Vera Pangaribuan

 

Sakam untuk saudara-saudaraku.

Nas renungan:

Matius 25:1-13

 

Saudaraku yang terkasih,

Menanti adalah suatu pekerjaan  aktif  yang memerlukan kesabaran,kepenuhan hati dan ketabahan.Contoh : menanti kelahiran, menanti pengumuman lulus, menanti hasil pemeriksaan kesehatan,dll.Respon orang yang menanti beraneka ragam dan cara menghadapinyapun berbeda-beda.

 

Demikianlah dalam nas ini,kita melihat contoh orang yang menantikan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua.Dalam hal ini Yesus digambarkan sebagai pengantian laki-laki,sedangkan umatNya digambarkan sebagai pengantin perempuan. Pengantin perempuan digambarkan sebagai 5 perempuan yang bijaksana dan 5 perempuan lagi yang bodoh.

Terlihat sekali dari sikap mereka menantikan kedatangan pengantin laki-laki sangat berbeda.5 perempuan yang bijaksana menunjukkan kesiapannya dari awal hingga akhir dengan membawa pelita dan minyak yang cukup sampai kedatangan pengantin laki-laki,sedangkan 5 perempuan yamg bodoh,mereka hanya membawa pelita tapi tidak menyiapkan minyak.Mereka sama-sama menunggu kedatangan pengantin tersebut.Namun yang berhasil dijumpai oleh pengantin itu adalah 5 perempuan yang bijaksana itu sedangkan yang 5 lagi masih mencari minyak dan tidak ada kesempatan untuk berjumpa dengan pengantin tersebut.

 

Apa yang menjadi pesan-pesan  nas khotbah ini kepada saya dan saudara sekalian,adalah sbb :

1. AKTIF BUKAN PASIF BERIMAN

Menjadi pengikut Tuhan hendaknya dalam penantian akan kedatangan Tuhan Yesus, haruslah bersikap AKTIF bukan PASIF. Aktif artinya menunjukkan hidup sebagai orang percaya dan penuh hikmat dalam menghadapi perjuangan hidup sampai akhir hayatnya.Lebih jelas lagi hidup yang tetap setia pada imannya kepada Kristus sebagai JURUSELAMAT,tidak goyah oleh apapun cobaan,tantangan maupun rayuan dunia ini.Bukan sebaliknya yakni hidup yang pasif yang condong pada kemalasan,iri hati dan pesimis.

 

2. KESABARAN.

Kesabaran menjalani hidup sangat dibutuhkan bagi kita umat yang percaya.Kesabaran yang tidak memiliki batas. Kesabaran menghadapi perubahan-perubahan atau dinamika kehidupan ini.Kesabaran yang membuat kita tidak panik menghadapi kesulitan apapun melainkan tenang menghadapinya.Kesabaran dibentuk dari  latihan-latihan atau praktek-praktek kehidupan.Semakin banyak latihan maka semakin membentuk kepribadian yang sabar.

 

3. MENGGUNAKAN WAKTU

Waktu adalah milik Tuhan bukan milik manusia.Tuhan yang menentukan kapan Dia hendak datang bukan manusia menentukannya.Jadi kita menyesuaikan waktu Tuhan dengan menggunakan waktu itu sebaik-baiknya.Tidak membuang waktu itu dengan kesiasiaan,dengan keinginan daging,dengan kemalasan.Bekerjalah maksimal  selagi masih ada kesempatan yang seturut kehendakNya.Waktu tidak akan bisa diputar kembali,dia berjalan terus dari satu titik ke titik akhir.

 

Saudaraku,

Jadi mumpung waktu atau kesempatan itu diberikan Tuhan,baiklah kita pergunakan untuk berkarya terus dan karya itu kita persembahkan pada Dia sebagai bentuk pertanggungjawaban iman kita kepada Tuhan Yesus.

 

SELAMAT HIDUP DALAM PENANTIAN

Salam Marturia

 

Pdt.Anna Ch.Vera Pangaribuan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here