Rasa Takut Dalam Menghadapi Maut

0
494

Oleh:P. Adriyanto

“Kami tidak tawar hati meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.”

“Kami tahu bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di surga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.
“2 Korintus 4:

Rata-rata manusia takut menghadapi kematian, sehingga enggan membicarakan kematian tersebut. Namun, ada orang yang berani bunuh diri karena hatinya sudah tertutup oleh kuasa iblis.

Dalam rangka memperoleh keselamatan setelah kematian, ada orang-orang yang menganut faham *asketisme*yang merupakan ajaran *penyangkalan diri dari godaan yang bersifat kemewahan.* Kemewahan adalah godaan terbesar yang mendatangkan kejahatan bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

Penganut askese yang fanatik cenderung untuk menyakiti/menyiksa diri sendiri dan berpuasa berat untuk mendapatkan keselamatan atau kesaktian. Bagi mereka, justru tubuh jasmani ini merupakan penghalang untuk masuk surga.

Bagi umat Kristen, sesuai firman, kita harus berorientasi pada tubuh surgawi/tubuh rohani karena memperoleh kemuliaan Tuhan dan akan dibangkitkan kembali. Walaupun demikian kita harus merawat tubuh kita karena tubuh adalah bait Allah. Bila tubuh jasmani kita lemah dan berpenyakit, bagaimana kita dapat memulaikan dan melayani Tuhan dengan baik.
Kita harus harus tetap tabah dalam menghadapi segala setiap permasalahan hidup, pencobaan, sakit-penyakit dan penderitaan lain sehingga tubuh lahiriah kita menjadi merosot., karena Tuhan telah menjanjikan pembaharuan terhadap tubuh rohaniah kita setiap hari.

Kita harus tetap menjaga perbuatan kita yang berkenan kepada Tuhan baik pada saat kita diam di dalam tubuh ini maupun setelah kita mati
(baca 2 Korintus 5:9).
Amin.

Baca juga  LAKUKANLAH HAL YANG KUDUS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here