Allah Perlindunganku

0
1582

Oleh: Pdt. Anna Vera Pangaribuan

Selamat pagi saudaraku, kiranya kasih karunia dari Yesus Kristus menyertai kehidupan kita.

Bacaan Alkitab:

Mazmur 90:1,2, Doa Musa, abdi Allah. Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun. Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.

Pada umumnya orang yang sedang berduka cita tentunya mengharapkan penghiburan atas masalah dan musibah yang dia alami pada saat musibah itu datang. Penghibur yang umum dilakukan dari sudut pandangan Kristen dilakukan dalam satu ibadah khusus yang didalamnya terdapat nyanyian dan doa. Pengakuan akan firman Allah dan doa ternyata mampu membantu keluarga/pribadi yang mengalami masalah atau musibah untuk tidak larut terlalu lama dalam kesedihan dan kepedihan yang mendalam. Firman dan doa adalah tempat mereka berteduh dari segala masalah atau musibah yang sedang menimpa.

Disini dikatakan bahwa bangsa Israel yang berjalan dipadang gurun yang sangat luas dan Musa memimpin mereka berjalan ke tanah Kanaan yang kurang lebih puluhan tahun lamanya agar sampai pada tujuan. Jadi bisa kita bayangkan bahwa ada satu generasi yang harus menyelesaikan hidupnya diperjalanan sebelum sampai ke tanah Kanaan. Musa menguatkan dan menghibur diri sendiri dan bangsa Israel yang ia pimpin. Dalam penghiburan yang disaksikan dia, bahwa Allah adalah tempat perteduhan sebelum gunung-gunung dilahirkan dan bumi dan dunia diperanakan bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah. Hal ini menekankan bahwa Allah adalah Allah yang setia kepada bangsaNya dan Dia selalu memberikan apa yang menjadi kebutuhan bangsaNya, hal ini digambarkan tempat perteduhan. Apa boleh buat, perjalanan bangsa Israel tetap harus berjalan kedepannya meskipun diperjalanan sebelumnya diberitakan banyak yang bersungut-sungut dan sakit hati.

Saudaraku, melalui renungan ini kita diajak untuk tidak bersungut-sungut menerima apa yang terjadi di dalam hidup kita ketika duka cita melanda. Tetapi pada umumnya hal duka cita akan membawa kita kepada suasana yang menyalahkan diri kita, orang lain bahkan mau juga menyalahkan Tuhan. Tuhan adalah tempat PERTEDUHAN kita, maksudnya adalah disana kita boleh beristirahat sejenak memulihkan tenaga, disana juga tempat berlindung dari ancaman yang menyerang (digambarkan seperti matahari yang menyengat). Allah adalah Allah yang setia dan tidak pernah berubah dari dulu hingga sekarang sampai selama-lamanya. Jika kita mengalami musibah atau tekanan hidup datanglah kepadanya untuk berteduh, jangan cari perteduhan yang lain di dunia ini. Tuhan Yesus memberkati kita. Amin

Selamat beraktifitas untuk kita semua
Salam Marturia
Pdt. Anna Vera Anna Pangaribuan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here