“HE WHO HAS NOT FORGIVEN AN ENEMY HAS NEVER YET TASTED ONE OF THE MOST SUBLIME ENJOYMENTS OF LIFE” (JK Lavater)

0
660

Oleh: Pdt. Weinata Sairin

Hidup adalah sebuah dinamika, sesuatu yang bergerak terus menerus dan tidak terbelenggu pada kondisi yang monoton. Melalui dinamika itu itulah sebuah kehidupan menjadi lebih matang, *mature* kuat dan tahan banting. Penguatan terhadap bangunan kehidupan memang terjadi melalui berbagai pengalaman, interaksi yang intens dengan beragam isu yang hadir dalam pentas kehidupan.

Memang selalu saja terdapat orang-orang yang lemah, kehilangan stamina dan ketiadaan daya tahan dalam menghadapi berbagai persoalan yang datang menerpa. Namun tetap ada sosok dan figur yang kuat dan tetap survive dalam berhadapan dengan berjuta masalah yang mendera hidupnya bahkan ia mampu mencari solusi yang terbaik untuk keluar dari cengkeraman masalah.

Dalam berinteraksi dengan orang lain kita tidak selalu dalam posisi yang memiliki kesamaan pandangan, gagasan atau visi dengan seseorang atau sekelompok orang. Kita bisa berbeda pandang karena angle dan perspektif yang berbeda. Ujung dari keberbedaan itu biasanya mewujud dalam konflik, terbuka atau tersembunyi dan akan memposisikan kawan yang berbeda pandang itu dalam status ‘musuh’. Musuh, sekecil apapun bobotnya adalah sesuatu yang amat mengganjal dalam sebuah kehidupan yang standar. Musuh bisa memperkecil ruang gerak kita.

Musuh menjadi hambatan psikologis yang tidak kecil. Oleh karena itu dalam hidup ini kita harus memperbanyak sahabat dan memperkecil bahkan meniadakan musuh. Agama-agama memerintahkan para prnganutnya untuk lebih mengedepankan musyawarah, perdamaian, mediasi ketimbang melestarikan musuh. Manusia diperintahkan untuk tidak mendendam tetapi untuk mengembangkan sikap saling bermaafan.

Pepatah yang dikutip diawal tulisan ini mengingatkan bahwa memaafkan musuh adalah kenikmatan hidup yang paling Indah. Mari kita hidup dengan terus tanpa lelah mengembangkan sikap saling memaafkan, saling berdamai, saling mengampuni, termasuk dengan orang yang memusuhi kita.

Baca juga  PENGURAPAN MENUJU PENOBATAN: KASUS DAUD

Selamat berjuang. God bless.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here