banner 728x250
Pdt. Weinata Sairin: Mari Membangun Bangsa yang Besar dengan Moral dan Etik
Renungan  

Pdt. Weinata Sairin: Mari Membangun Bangsa yang Besar dengan Moral dan Etik

      “Patriae solum omnibus carum est. Bagi banyak orang bumi tanah air sangatlah berharga”.   Pada tahun 50-60 lagu “Tanah Airku” ciptaan Ibu Sud sering sekali dinyanyikan minimal oleh murid-murid Sekolah Rakjat. Pada zaman itu masih ada mata pelajaran Menyanyi dan biasanya Bapak atau Ibu Guru mengajarkan lagu-lagu nasional, atau lagu-lagu populer yang […]

Kecemburuan Profesi
post, Renungan  

Kecemburuan Profesi

        Oleh: P. Adriyanto     “Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri, disitu ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat.” *Yakobus 3:16*     Akhir-akhir ini ada banyak berita yang meresahkan masyarakat dan menyebabkan terjadinya opini yang terbelah di antara mereka. Ambil contoh salah satunya adalah kehebohan yang […]

banner 400x130
Dari Menteng ke Salemba lewat China
Renungan  

Dari Menteng ke Salemba lewat China

    Oleh:  Sigit Triyono (Sekum LAI) www.alkitab.or.id     “Jalan Tuhan memang ajaib. Rumah saya di Menteng yang hanya 2 km dari kantor LAI, tapi harus lewat China dulu baru bisa sampai kesini,” ujar sepasang pengusaha muda sukses yang tadi pagi bertandang ke LAI. Pengusaha ini adalah eksportir produk-produk Indonesia ke negeri China. Kisahnya […]

Pdt. Weinata Sairin: Berdamai Lebih Indah daripada Bertengkar
Renungan  

Pdt. Weinata Sairin: Berdamai Lebih Indah daripada Bertengkar

    “Rixari de lana caprina. Bertengkar mengenai bulu domba”.   Kata “tengkar” yang kemudian membentuk “bertengkar” sudah lama sekali dikenal dalam kosa kata Bahasa Indonesia. Buku “Logat Kecil Bahasa Indonesia” yang disusun oleh WJS Poerwadarminta, dan diterbitkan oleh Penerbit JB Wolters, Groningen dan Djakarta tahun 1951 memberikan arti “bertengkar” itu “berbantah”. Kamus Besar Bahasa […]

Hikmat Allah VS Hikmat Mamusia
Renungan  

Hikmat Allah VS Hikmat Mamusia

    Oleh: P. Adriyanto     “Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia  dan yang lemah dari  Allah lebih kuat dari manusia.” *1 Korintus 1:25*   Di bawah ini terjemahan dari Revised  Standard Version, yang menurut saya lebih tepat: “Sebab yang tampaknya bodoh dari Allah lebih bijaksana dari pada hikmat […]

Menaruh Pengharapan kepada Allah
Renungan  

Menaruh Pengharapan kepada Allah

      Oleh: Pdt Martunas P. Manullang   Selamat pagi dan salam damai sejahtera bagi kita semua. Selamat Paskah.   PENGHARAPAN KEPADA ALLAH. MENARUH PENGHARAPAN KEPADA ALLAH.   Ini adalah bagian dari kesaksian Paulus di hadapan Feliks, Wali negeri di Kaisarea (23:23-26). Saat itu Paulus dituduh melakukan keributan di Bait Suci, oleh orang lain, yang tidak […]

Prestasi Terbaik dalam Kehidupan
Renungan  

Prestasi Terbaik dalam Kehidupan

    Oleh: Pdt. Stefanus Hadi Prayitno       Nas  :  Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau. (Yohanes 21:17).   “Martina Hingis”, menjadi juara tenis di usia muda. Pada masanya, ia menjuarai berbagai turnamen dan menjadi petenis peringkat satu dunia. Namun, pada sebuah pertandingan ia mengalami cedera serius yang […]

Rendahkanlah Dirimu di hadapan Tuhan
Renungan  

Rendahkanlah Dirimu di hadapan Tuhan

    Oleh: Pdt. Anna Vera Pangaribuan       Selamat pagi untuk kita semua, kiranya kasih karunia dari Yesus Kristus menyertai kehidupan kita sekalian.     Yakobus 4:10, Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.   Di dalam dunia ini kita mengenal istilah musuh dalam selimut. Tantangan terbesar di dalam kehidupan […]

Pdt. Weinata Sairin: Sengsara, Meneguhkan Iman
Renungan  

Pdt. Weinata Sairin: Sengsara, Meneguhkan Iman

    “Bonus animus in mala re dimidium est mali. Berbesar hati dalam kesengsaraan membuat kesengsaraan itu terasa separuh lebih ringan”.   Sengsara, “samsara”,  derita hampir dapat dikatakan merupakan bagian integral dari kehidupan manusia. Tokoh dan pemimpin agama pernah menyatakan bahwa “lahir, hidup dan mati adalah penderitaan”. Di zaman baheula tatkala peribahasa masih menjadi bahan […]

Apakah Kita Harus membenci Toxic People??             
Renungan  

Apakah Kita Harus membenci Toxic People??            

    Oleh: P. Adriyanto   “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihi orang yang rendah hati.” *Yakobus 4:6*     Keangkuhan menimbulkan berbagai macam sikap mental negatif dan di antaranya adalah *Toxic People*. Toxic people adalah orang-orang yang meracuni mental orang-orang lain yang menyebabkan orang lain merasa kesal, marah, menderita dan bahkan dapat merusak […]

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.