Apakah Kita Harus membenci Toxic People??            

0
821

 

 

Oleh: P. Adriyanto

 

“Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihi orang yang rendah hati.”

*Yakobus 4:6*

 

 

Keangkuhan menimbulkan berbagai macam sikap mental negatif dan di antaranya adalah *Toxic People*.

Toxic people adalah orang-orang yang meracuni mental orang-orang lain yang menyebabkan orang lain merasa kesal, marah, menderita dan bahkan dapat merusak masa depan dan membunuh orang lain. Dalam dunia bisnis, kita kenal *toxic leader* yakni pemimpin yang sangat otokratis  dan sangat galak, tidak ada toleransi, yang selalu menyalahkan dan membentak-bentak anak buahnya dengan cara yang di luar batas kemanusiaan.

Akibatnya, anak buah merasa stress, frustrasi dan depresi dan kehilangan’ rasa percaya diri. Tidak jarang para anak buah ini.menderita penyakit psikosomstotik berupa borok usus (ulcer), stroke dan penyakit jantung.

 

Di lingkungan keluarga ada istri yang.menjadi toxic wife. Istri-istri ini setiap hari selalu menuntut, mengeluh, mencari-cari perkara, sehingga sang suami terkena stress, frustrasi dan depresi sehingga tidak betah berada di rumah dan mencari hiburan di luar.

 

Toxic people ada di mana-mana, di kalangan karyawan (toxic employee), bahkan sampai di kalangan ibu-ibu (the gossip). Sesuai pengamatan para akhli psikologi, ada puluhan jenis toxic people ini, di antaranya adalah the self absorber, the twisted, the victim, dan lain-lain.

 

Allah membenci orang yang sombong sebab keangkuhan dan orang yang meracuni kehidupan orang lain adalah dosa dan bukan merupakan tindakan terpuji.

“Mata yang congkak dan hati yang sombong yang menjadi pelita orang fasik, adalah dosa.”*

*Amsal 21:4*

 

” Keangkuhan hidup bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.”*

Baca juga  Tuhan Yesus Tidak Berubah

*1 Yohanes 2:16*

 

Toxic people tidak mengindahkan Tuhan dan melupakan Tuhan karena ambisi dan keangkuhannya. Itulah sebabnya, Tuhan menjauhkan diri dari toxic people ini dan Ia akan menolak mereka.

Karena keangkuhan dan merasa benar sendiri, maka toxic people suka menghina orang lain dan tidak berbelas kasihan kepada orang lain. Mereka baru merasa puas bila dapat membuat orang lain sangat menderita.

 

Kita tidak boleh berpikir bahwa kita lebih baik dari para toxic people ini. Kita harus mendoakan para toxic people agar mereka dapat mengatasi keangkuhan mereka.

Kita harus mencoba menyadarkan mereka untuk merendahkan diri di hadapan Allah.

Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here