HIDUP ORANG PERCAYA: HIDUP KARENA IMAN

0
84

 

*Baca:  2 Korintus 5:1-10*

*”–sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat–”  (2 Korintus 5:7)*

Sebagai pengikut Kristus setiap kita menyandang status dan sebutan yang baru sebagai orang percaya.  Sebagai orang percaya adalah mutlak bagi kita untuk hidup karena percaya  (iman), bukan karena melihat  (ayat nas).  Kata  ‘percaya’  (bahasa Yunani:  pistis)  berarti memiliki keyakinan yang teguh akan kebenaran firman Tuhan.

Banyak orang menyebut diri sebagai orang percaya, namun dalam praktik hidup sehari-hari mereka tidak hidup karena percaya  (hidup dalam iman), tapi hidup karena melihat, segala sesuatunya sangat dikendalikan, dipengaruhi oleh situasi, keadaan, atau apa yang terlihat secara kasat mata.  Hal ini terlihat jelas dari sikap hatinya yang gampang sekali berubah:  gampang kecewa, gampang mengeluh, gampang bersungut-sungut, gampang menyalahkan orang lain, gampang menyalahkan keadaan, dan bahkan gampang menyalahkan Tuhan, tatkala diperhadapkan dengan masalah, kesukaran, tekanan, penderitaan, atau situasi-situasi sulit.  Hidup orang percaya itu perlu bukti atau tanda!

Seseorang dapat dikatakan hidup karena percaya bila ia senantiasa tinggal di dalam firman-Nya;  merenungkan firman Tuhan menjadi kesukaan hidupnya karena ia tahu bahwa  “…iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”  (Roma 10:17).  Iman seseorang sangat tergantung pada seberapa banyak kita mendengar dan merenungkan firman Tuhan.  Hal ini akan berdampak pada setiap perkataan dan perbuatan kita.  Rasul Paulus berkata,  “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.”  (2 Korintus 4:13).  Jadi perkataan orang percaya seharusnya adalah perkataan iman, bukan perkataan yang sia-sia.

Saat berhadapan dengan Goliat Daud tidak takut sedikit pun, meskipun secara logika sulit baginya untuk bisa menang.  Daud berkata,  “…aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam,…Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku…”  (1 Samuel 17:45-46).  Inilah yang disebut perkataan iman.  Ketika orang-orang Israel mengalami ketakutan, justru Daud menunjukkan kualitas hidup yang sangat berbeda, ada iman yang disertai dengan perbuatan atau tindakan  (Yakobus 2:26).

Baca juga  NAMA TUHAN : NAMA YANG MENYELAMATKAN

Hidup orang percaya itu perlu bukti nyata, bukan hanya sekedar teori!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here