Harta Kesayangan Allah

0
121

Oleh: Pdt. Bernard TP Siagian

 

Keluaran 19:5
“Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi.”

Menjadi kesayangan adalah sesuatu yang spesial dan istimewa bahkan langka, bukan yang biasa-biasa. Selain itu adalah yang kebanyakan dan pada umumnya, hal yang biasa dan normatif belaka. Tidak istimewa. Yang selalu dicari dan didambakan orang adalah sesuatu yang istimewa. Itulah yang telah terjadi atas Israel oleh Allah, yang setia akan janji-Nya kepada Abraham, nenek moyang mereka. Kasih setia Allah adalah kata kuncinya. Allah mengasihi semuanya, namun dari antaranya ada yang dipilih-Nya bagi misi dan maksud rencana-Nya. Karena itulah Abraham terpilih, bukan karena dia istimewa, namun karena adanya maksud dan misi Allah yang diembankan atasnya. Allah mau memakai Abraham menjadi alat-Nya agar melalui Abraham dan keturunannya semua bangsa diberkati.

Demikian jugalah yang telah diperbuat Allah terhadap kita di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kita menjadi umat-Nya oleh karena iman percaya kita kepada dan di dalam Dia. Bukan karena kita istimewa sehingga kita dipilih Allah. Sebaliknya justru karena kita dipilih Allah maka kita menjadi istimewa. Sesungguhnya semua orang dipilih Allah agar menjadi istimewa dan menjadi harta kesayangan-nya. Namun banyak yang tidak bersedia dan mau menerima Yesus Kristus serta percaya, sehingga tidak banyak yang menjadi istimewa sebagai harta kesayangan Allah. Atas dasar iman percayanyalah seseorang menjadi istimewa. Dialah orang yang terpilih di antara semua orang yang dipilih Allah.

Dalam realitanya dapat terlihat nyata bahwa orang-orang pilihan dan yang terpilih itu menjadi tertata setiap langkah hidup dan perilakunya. Disiplin dan ketaatan menjadi ciri kepribadiannya mau pun komunitas luasnya. Demikianlah selanjutnya maka orang-orang pilihan yang istimewa itu menjadi “pengaruh” yang semakin lama semakin menyebarkan serta mengukuhkan pengaruhnya terhadap lingkungan luasnya. Dengan dan melaluinya Allah menyatakan kehendak-Nya serta mewujudkan rancangan-Nya bagi semua. Dinamika sedemikian ini adalah cara kerja Allah yang dilakukan untuk menyatakan bahwa sesungguhnya segala sesuatunya adalah milik kepunyaan-Nya. Dialah yang berotoritas atas segala sesuatunya, sebab Dia adalah Allah. Otoritas Allah itu melibatkan umat yang menjadi kesayangan-Nya itu.

Baca juga  BERTENGKAR UNTUK HAL KECIL DAN TAK JELAS:KONTRA PRODUKTIF

Bukan sesuatu yang mustahil sama sekali kalau Allah melakukan cara yang lain. Namun cara sedemikian telah dibuat Allah agar umat-Nya juga menata kehidupannya menjadi disiplin diri dalam ketaatan serta kepatuhan penuh akan Allah yang mengasihi mereka. Karena itu, ketaatan dan disiplin dalam melaksanakan tugas panggilan dan pilihan Allah adalah hal yang tidak dapat ditawar-tawar. Bagi mereka yang melakukannya menjadi teladan. Itulah juga yang menjadi keistimewaan dan penghargaan Allah kepada umat-Nya. Mereka yang menjadi harta kesayangan Allah, mereka itu pula yang dikasihi-Nya. Mereka yang dikasihi Allah, mereka itu yang taat dan tertata hidupnya dengan disiplin diri dan keteladanan yang dikehendaki Allah. Mereka itulah yang disukai oleh Allah mau pun manusia, terutama atasan atau pimpinannya. Seperti itu juga firman Tuhan nas pada hari ini. Barangsiapa bersungguh-sungguh mendengarkan firman Tuhan dan berpegang pada perjanjian-Nya, mereka itu akan menjadi harta kesayangan-Nya.

Tentunya setiap orang menghendaki untuk menjadi kesayangan. Namun keinginan tersebut tidak dicapai dengan mudah. Keinginan tanpa kemauan, tekad dan ketaatan tidak akan mungkin tercapai. Semua kita mungkin mengaku sudah menjadi harta kesayangan Allah karena status sebagai anggota jemaat dan sudah mengaku percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat. Namun apakah kita sudah sungguh-sungguh taat dan tekun melakukan firman-Nya? Dengan jujur, pasti kita belum seperti itu! Banyak indikasi memperlihatkan hal itu, antara lain: mengantuk atau mengobrol atau bermain HP saat mendengar khotbah, malas membaca firman Tuhan, terlambat masuk dalam ibadah di gereja, rebutan pulang keluar dari gereja, dlsb. Marilah kita wujudkan keinginan diri menjadikan teladan sebagai tanda harta kesayangan Allah, dan selalu rindu mendengar firman-Nya. Amin!

Baca juga  PASKAH : MEMBENARKAN YANG BENAR

DOA:
“Berikanlah rasa rindu yang sungguh dan ketaatan penuh akan firman-Mu, ya Tuhan Yesus; bahwa kami harta kesayangan-Mu. Amin!”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here