BERBUAT BAIK DAN MEMBERI BANTUAN SENANTIASA

0
47

Oleh: Pdt Martunas P. Manullang

 

 

Selamat pagi dan salam damai sejahtera bagi kita semua.

Inilah satu yang ditekankan pada ayat renungan hari ini. Ibrani 13: 16: “Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.”

Membaca Ibrani pasal 13 ini, kita menemukan ajakan untuk menerapkan kasih dalam kehidupan nyata, kepada sesama. Dan ini menjadi bagian dari rutinitas dan keseharian hidup orang percaya.

Pesan ini sudah jelas diungkap sejak awal pada Ibrani pasal 13 ini. Mis.: Peliharalah kasih persaudaraan (13:1).

Dilanjutkan dengan: Kesediaan untuk selalu memberi tumpangan (13:2), mengingat orang-orang di penjara (13:3), menghormati perkawinan, yaitu hubungan suami-istri (13:4), tidak melupakan para pemimpin dan taat pada pemimpin (13:7, 17).

Dan pada ayat 16, yakni yang menjadi ayat renungan hari ini, ditekankan pentingnya “berbuat baik dan memberi bantuan”.

Ini dikaitkan dengan pengenalan terhadap Tuhan yang disembah, dipercayai dan ditaati.

Melakukan perbuatan kasih kepada sesama atau melakukan hal yang baik, termasuk memberi bantuan, agar beban orang lain lebih ringan, atau agar orang lain ditolong; adalah suatu perbuatan yang menjadi bagian dari “ibadah kepada Allah”.

Hal ini menjadi lebih menarik, karena seyogianyalah perbuatan ini bagian dari “gambaran perilaku hidup secara Kristen di tengah masyarakat”.

Kebaikan itu, atau sikap peduli terhadap sesama adalah hakiki dari pengenalan dan pengalaman seseorang dengan Allah yang disembah, dipercayai dan ditaatinya.

Dengan kata lain, memikirkan dan melaksanakan hal-hal yang baik, demi kebaikan sesama adalah salah satu tugas pokok yang menjadi kesaksian iman orang Kristen sebagai pengikut Yesus.

Memberi bantuan, sudah menjadi nafas kehidupan kristiani, terutama dalam kehidupan masyarakat sebagai suatu persekutuan orang-orang yang beragama.

Baca juga  *BERITAKANLAH FIRMAN SETIAP SAAT*

Sentuhan pelayanan, yang menjawab kebutuhan jasmani sesama dalam persekutuan.

Kalaulah kita, orang Kristen, sebagai orang percaya kepada Tuhan, benar-benar menghayati hal ini dan mengamalkannya, kita yakin akan terjadilah perubahan yang dapat memengaruhi irama hidup dan dinamika hidup sosial-masyarakat, termasuk di negara tercinta, Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Semangat Sumpah Pemuda 70 tahun yang lalu, baiklah kita gemakan lagi saat ini dengan berbuat baik dan memberi bantuan kepada sesama dalam persekutuan: satu tanah air (nusa), satu bangsa, satu bahasa: INDONESIA.

Juga dalam semangat reformasi Martin Lufher, 501 tahun yang lalu, tetapi di sini dalan rangka memperkokoh dan mempererat persekutuan persaudaraan, (koinonia-persekutuan sebagai orang percaya) menuju persaudaraan yang rukun, agar berkat TUHAN mengalir di sepanjang kehidupan (bnd. Mzm.133:1-3).

Selamat beraktivitas di hari ini. Tuhan Yesus memberkati. AMIN.

Pdt Martunas P. Manullang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here