Menggembalakan Jemaat Sesuai Kehendak Tuhan

0
36

 

Oleh:  Pdt Martunas P. Manullang.

 

Selamat pagi dan salam damai sejahtera bagi kita semua.

 

DENGAN SUKARELA, SESUAI KEHENDAK ALLAH DAN PENGABDIAN DIRI.

 

Inilah ciri seorang gembala dalam melakukan tugas penggembalaannya.

 

Inilah ciri seorang pelayan di gereja (jemaat) dalam melakukan pekerjaan atau panggilannya.

 

Mari kita lihat dalam ayat renungan hari ini: “Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.”  ( 1 Petrus 5:2 ).

 

Di sini nampaklah pentingnya kepemimpinan yang benar di gereja, jemaat atau persekutuan kristiani.

 

Kepada yang namanya pemimpin gereja lokal (setempat) diajarkan dan diajak oleh rasul Petrus, agar menunaikan tugasnya dengan penuh kerelaan hati, kegembiraan dan menunjukkan keteladanan dalam hidupnya.

 

Bukan kuasa, bukan tekanan, dan bukan kedinas-dinasan.

 

Mengapa?

 

Karena Allah menjanjikan upah, bagi para pelayan yang setia dalam melakukan tugas pelayanannya.

 

Apakah tugas utama seorang pelayan itu?

 

Jawabnya sederhana: MENGGEMBALAKAN.

 

Arti sederhananya adalah ” memberi makanan ” bagi gembalaannya.

 

Tetapi selain itu, adalah juga untuk memelihara dan menjaga perhimpunan atau kesatuan dalam persekutuan gembalaan itu, di mana satu dengan yang lain tetap rindu untuk bersatu dan bersekutu dalam persekutuan dan penggembalaan dari gembala atau pemimpin tersebut: menjaga keutuhan persekutuan tersebut, jangan sampai ada yang tercerai-berai.

 

Semuanya ini, dilakukan dengan “seluruh kemampuan” atau “sekuat tenaga” yang ada pada gembala itu.

 

Sekali lagi, semuanya ini dilakukan dengan sukarela, dengan pengabdian diri; tanpa mencari keuntungan, dan jangan dengan paksa.

Baca juga  Senantiasa Tuhan Berkati

 

Tidak mementingkan diri sendiri, tidak untuk mencari nama atau kedudukan.

 

Mengapa cara ini mendapat penekanan dan menjadi sangat penting dalam persekutuan umat percaya?

 

Karena sering terjadi, para pemimpin kristiani “tergoda dan jatuh” seperti pemimpin dunia, yang “memerintah” dan “memaksa”.

 

Ini yang tidak boleh dalam kepemimpinan di gereja atau persekutuan kristiani.

 

Para pemimpin adalah para gembala.

 

Dan domba-domba, atau para gembalaan, perlu dituntun dengan lembut dan penuh kasih; bukan sebaliknya, “didesak” atau “dipaksa”.

 

Bagi pelayan, siapa pun dia, baiklah memerhatikan pesan renungan hari ini: “menggembalakan ( melayani ) dengan penuh kerelaan dan kerendahan hati, dengan penuh kasih dan semangat untuk menolong orang lain”. Inilah yang dimaksud dengan pelayanan “dengan sukarela dan pengabdian diri, dengan kerendahan hati dan takut akan Tuhan”.

 

Selamat beraktivitas di hari ini. Tuhan Yesus memberkati. AMIN.

 

Pdt Martunas P. Manullang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here