PDT. WEINATA SAIRIN: *HIDUP DENGAN BAIK KARENA TUHAN BAIK*

0
303

_”Kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan itu! Berbahagialah orang yang berlindung padaNya”!_ (Maz. 34:9)

Orang yang percaya kepada Tuhan, orang yang beriman kepada Tuhan memiliki banyak sekali pengalaman relasional dengan Tuhan dalam wujud dan bentuk yang berbeda-beda. Hal itu bukan hanya “pengalaman intelektual” atau “pengalaman akademis”, tetapi pengalaman riil, pengalaman nyata, pengalaman empirik yang pernah dihidupi orang percaya. Misalnya ada seseorang yang sudah divonis bahwa ia mengidap Ca yang tak bisa disembuhkan. Kemudian orang itu berdoa terus menerus baik secara pribadi maupun dalam persekutuan doa; ternyata sesudah ia kembali lagi ke dokter, dokter menyatakan bahwa Ca nya itu makin baik, makin bisa dicegah perluasannya. Ada juga kasus tatkala seseorang sudah mengira akan di phk dari kantornya karena ada pengurangan pegawai; sesudahnia dan keluarganya berdoa lebih tekun, ia terhindar dari phk itu. Cerita dan kesaksian seperti ini banyak sekali versinya, dan bagi orang tertentu bisa saja dianggap _vulgar_ dan _lebay_. Namun kesaksian seperti itu adalah sesuatu yang _genuine_ yang memang lahir dari kandungan pengalaman seseorang. Itu adalah juga sebuah pengalaman teologis dari warga Gereja yang oleh karenanya menjadi sulit untuk dijadikan bahan ‘perdebatan’.

Pengalaman iman seseorang dengan Tuhannya, adalah sesuatu yang sifatnya pribadi, tak boleh dipertanyakan dan atau dihakimi. Pengalaman itu juga tak bisa dijadikan standar untuk “menilai” iman orang lain, tak boleh dijadikan rumus baku untuk orang lain. Orang lain yang belum punya pengalaman iman seperti itu tak bisa dianggap bahwa ia tidak punya Roh Kudus, dan imannya dibawah standar!

Kita semua memiliki pengalaman iman, pengalaman teologis, pengalaman dalam berelasi dengan Allah yang kita panggil Bapa dalam Yesus Kristus. Pengalaman seprti itu memang subyektif, berkaitan erat dengan pribadi kita, dengan cara pandang kita dan dengan tingkat kedalaman teologis yang kita miliki. Sebagai warga Gereja dari berpuluh atau beratus denominasi di negeri ini, baiklah kita saling apresiasi terhadap pengalaman kita pribadi dengan Tuhan, tidak dalam posisi merendahkan atau menghakimi dan kita berdoa agar seluruh pengalaman pribadi itu makin memperkukuh iman kita.

Ungkapan Pemazmur sebagaimana kita baca narasinya yang amat puitis dalam berbagai Mazmur sejatinya adalah _pengalaman empirik_ dari Pemazmur tentang Allahnya. Itu adalah kisah pengalaman pribadi Pemazmur dengan Allahnya, bukan kisah fiktif, cerita imajiner, cerita rekaan atau cerita masa datang.

Menarik narasi.yang diungkap dalam Mazmur 34. Pemazmur berkomitmen bahwa ia akan memuji Tuhan pada _segala waktu_ dan puji-pujian itu tetap didalam _mulutku_. Bagi Pemazmur, memuji Tuhan itu bukan soal kapan-kapan, tempo-tempo, sewaktu-waktu, temporary, tapi _pada segala waktu_. Aktivitas memuji Tuhan tidak boleh bergantung atau bersandar pada _dimensi waktu_ . Aktivitas itu tak kenal waktu, mngatasi waktu. Justru aktivitas itu yang menetapkan waktu bukan sebaliknya.

Pemazmur menggunakan istilah *mencari Tuhan*. Diksi ‘mencari’ digunakan sebagai penanda bahwa aktivitas itu adalah sesuatu yang terus menerus dilakukan, yang tiada henti, yang tanpa jeda. Dan Tuhan menjawab pencarian itu hingga Pemazmur terlepas dari kegentaran (34:2-5)

Menurut Pemazmur orang yang beriman kepada Tuhan itu secara security amat terlindungi. Bukan pasukan khusus atau pasukan khas yang menjaga mereka, bukan detasemen khusus anti peluru yang selalu mensterilkan tempat mereka, bukan “jihandak” yang melindungi mereka. Mereka dijaga oleh malaikat Tuhan yang berkemah disekitar mereka dan meluputkan dia dari musuh ( 34:8).

Tuhan itu baik, Ia menjadi tempat perlindungan bagi umat beriman. Ia menenangkan mereka yang panik karena dolar naik, atau terkecoh berita hoax bahwa bbm naik. Kecaplah dan lihatlah kebaikan Tuhan dalam seluruh episode kehidupan kita. Mari rayakan kehidupan karena Tuhan itu baik.

Selamat merayakan hari Minggu. God bless.

*Weinata Sairin*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here