Menantikan Tuhan 

0
226

 

 

Mazmur 40:1-2  “Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriak ku minta tolong. Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku.”

 

Pemazmur mengalami pergumulan hidup yang cukup berat karena ada dalam level paling bawah dalam kehidupannya sehingga hampir mati binasa. Seperti domba yang terjerumus ke dalam lobang berlumpur di rawa, yang tidak tahu harus berbuat apa selain berharap pada pertolongan sang gembala. Pemazmur menyamakan hidupnya dengan domba yang akhirnya mendapatkan pertolongan, diangkat dari lubang dan lumpur yang menjebak hidupnya. Lebih dari itu dia diangkat ke bukit batu, tempat yang lebih aman baginya.

 

Demikian pula hidup kita, ketika kita ada dalam masalah dan pergumulan begitu berat menekan sampai ke level paling bawah, sesungguhnya masih ada satu pribadi yang senantiasa mendengar teriakan kita minta tolong, serta mengangkat kita dari lubang kebinasaan. Pribadi itu adalah Tuhan, sang Gembala Agung kita.

 

Hal yang perlu kita lakukan adalah menanti-nantikan Tuhan, ini adalah langkah penting yang harus kita lakukan. Jangan terlalu sibuk mencari pertolongan ke tempat lain, cari dan nantikanlah Tuhan, sampai dia bertindak menolong Anda. Anda akan melihat dan menyaksikan keperkasaan Tuhan yang menolong Anda.

 

Tuhanlah penolong yang handal bagi Anda…

 

 

SUKA MEMBACA ALKITAB

HARI KE-231 / 19 Agustus 2018

Ayb 24-25 ; 1 Kor 12:1-26 ; Maz 40:1-11 ; Ams 28:8-14

Baca juga  Intip Pasar Indonesia, Protech Tawarkan Produk Ramah Difabel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here