Rambu Lalu Lintas untuk Putar Balik (U-Turn Traffic Signs)

0
498

 

Oleh: Pdt. Stefanus Hadi Prayitno

 

 

Nas. :  _”Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” (1 Yohanes 1:9)_

 

Jika kita mengambil jalur yang salah ketika bepergian ke luar kota. Jalur yang salah ini membuat kita “tersesat.” Jalur yang salah ini semakin menjauhkan dari tujuan kita.

 

Meski kita salah jalur, kita selalu melihat tanda *U-turn* atau tanda untuk putar balik, agar kita kembali kepada jalur yang seharusnya. Belum pernah kita menjumpai jalan raya yang tidak ada *U-turn*nya.

 

Itu sebabnya, ketika kita salah jalan, cukup kita ikuti jalan tersebut sambil mencari titik *U-turn* yang disediakan di jalan itu.

Titik *U-turn* itulah yang membawa kita kembali ke jalur yang seharusnya.

 

Titik  *U-turn* itulah yang membawa kita ke jalur yang benar, yang mendekatkan kita pada tujuan. Selalu ada jalur untuk putar balik. Selalu ada titik untuk putar haluan. Tidak peduli sejauh apapun kita tersesat dan keliru jalur!

 

Memang ada dua pilihan bagi kita di saat keliru jalan.

 

  1. Pilihan pertama, tetap berada di jalur yang salah karena merasa sudah tanggung. “Terlanjur basah, ya mandi sekalian”.

2. Atau pilihan yang kedua, “segera mencari titik putar balik agar kita kembali pada jalan yang benar”.

 

“Simon Petrus dan Yudas Iskariot” sama-sama mengambil jalur yang keliru.Yang satu menyangkal Gurunya, yang satu menjual Gurunya.

 

Sama-sama jahat. Sama-sama sesat. Petrus menyesal dan sadar bahwa ia salah jalur, tapi ia mengambil keputusan untuk putar balik. Petrus bertobat dan kembali ke jalur yang seharusnya.

 

Yudas Iskariot juga sama-sama menyesal. Yudas sadar bahwa ia telah melakukan dosa besar dengan menjual Gurunya. Sayangnya, meski Yudas menyesal, ia tetap tidak mau putar haluan. “Terlanjur basah, ya mandi sekalian”.

 

Yudas melanjutkan dosanya, dengan  memilih untuk “gantung diri!”.

 

Tidak peduli sejauh apapun kita meninggalkan Tuhan. Tidak peduli berapa jauh kita telah tersesat. Tuhan ingin kita putar balik. Bukan untuk lari menjauh, tapi untuk datang mendekat.

 

Bagaimanapun juga, Tuhan kita penuh anugerah dan pengampunan. Tidak pernah Tuhan menolak orang berdosa yang datang mendekat untuk bertobat.

 

Anak yang bungsu pun diampuninya. Bahkan, dibuatkan pesta besar untuk menyambut kedatangannya.

 

Tidak ada dosa yang terlalu besar hingga anugerah Tuhan tidak cukup untuk mengampuninya. Selalu ada *U-turn* bagi kita. “Putar baliklah!”

 

Selamat pagi saudaraku, pilihlah jalur yang benar dalam setiap aspek kehidupan, jika salah jalur marilah kita putar balik selalu ada  U-turn!.

JBU all.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here