SETIAP ORANG YANG TAKUT AKAN TUHAN, BERBAHAGIA

0
888

 

 

Oleh: Pdt Martunas P. Manullang

 

Selamat pagi dan salam damai sejahtera bagi kita semua.

 

 

 

Inilah satu pesan dari ayat renungan hari ini.

 

Selengkapnya berbunyi demikian: “Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! (Mazmur 128:1-2b).

 

Pada Mazmur ini digambarkan kehidupan seorang bapa. Ia berjalan sesuai dengan kehendak TUHAN. Lalu TUHAN memberkati dia dan keluarganya: Istri dan anak-anaknya.

 

Apa artinya takut akan TUHAN?

 

Maksudnya adalah setiap orang, siapa pun, yang berpegang pada perintah atau hukum-hukum TUHAN, berlindung pada-Nya dan berharap hanya pada TUHAN, dan karenanya ia tetap menantikan TUHAN dengan setia, taat dan penuh pengharapan.

 

Bahkan, yang sudah merasakan pengampunan dan belas kasihan TUHAN, sehingga ia dengan terbuka dan rela dituntun dan diarahkan oleh TUHAN.

 

Apa berkat yang diterimanya?

 

Banyak. Di sini hanya disebut, bahwa “ia akan memakan hasil dari pekerjaannya sendiri”. Hasil dari jerih payahnya, entah sebagai petani, peternak, tukang, atau utk zaman sekarang berbagai pekerjaan yang dilakukan oleh manusia.

 

Berkat lainnya adalah, “keadaannya baik”. Baik, artinya: Cukup. Sejahtera.

Kalau seseorang dalam hidupnya merasakan kecukupan, tidak berkekurangan, itu adalah keadaan yang baik. Dan ini adalah berkat TUHAN.

 

Lalu apa artinya ayat ini bagi kita yang hidup di zaman ini?

 

Paling tidak, kita perlu merenungkan beberapa hal berikut:

 

Pertama, jadilah orang yang taat dan setia dalam mengikuti jalan yang ditunjukkan TUHAN dalam kehidupan sehari-hari.

 

Kedua, ajaklah setiap anggota keluarga untuk selalu mendengar firman TUHAN dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Ketiga, tunjukkanlah kepada orang lain betapa kehidupan kita diberkati TUHAN dan jadilah saluran berkat bagi sesama, paling tidak di lungkungan sendiri. Memperluas dan membagikan kebaikan bagi lingkungan atau persekutuan yang lebih luas.

Jadi, kalau renungan hari ini mengajak kita untuk hidup dalam “takut akan TUHAN” itu sama artinya dengan “mengutamakan TUHAN dan kehendaknya” dalam kehidupan kita sehari-hari.

Atau dengan kata lain, mengikuti (melakukan) pengajaran Yesus dalam Injil Matius, satu hal yang utama dalam hidup ini adalah: “Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Matius 6:33).

 

Selamat beraktivitas di hari ini. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

 

Pdt Martunas P. Manullang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here