Menerima Kuasa Roh Kudus

0
1874

 

 

Oleh: Pdt. Dr.Anna Vera Pangaribuan

 

Selamat pagi untuk kita semua, kiranya kasih karunia dari Yesus Kristus menyertai kehidupan kita sekalian.

 

 

Kisah Para Rasul 1:8, Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.

 

 

Sebuah kelompok atau institusi tentu mempunyai kepemimpinan yang diaturkan melalui AD/ART dan kesepakatan bersama. Dalam kepengurusan tentunya mengalami perjalanan yang maju dan tidak mundur kebelakang. Kita sebutlah setiap periode harusnya melanjutkan program periode-periode sebelumnya. Jika ini dapat terjadi maka sebuah kelompok atau institusi itu akan kuat, kokoh dan bertahan akan apa yang terjadi. Disini kita bukan mau melihat kelompok atau institusi yang saya gambarkan melalui pembukaan ini, tetapi bagaimana kita melihat kelanjutan dari masa dulu-sekarang-yang akan datang? Periode itu melanjutkan apa yang sudah dibangun sebelumnya dan mengembalikan yang sudah mulai ditinggalkan saat ini. Maka, tidak akan ada muncul pemikir yang mengatakan bagaimana nasib kita kedepannya ditangan orang ini? Di dalam Alkitab juga ada cerita yang menggambarkan kelanjutan pemberitaan atau kesaksian tentang firman Allah. Mulai dari Perjanjian Lama kepada Perjanjian Baru, dari murid-murid Yesus sampai kepada Paulus, bahkan dari Yesus pun yang sudah naik ke sorga kepada Roh Kudus yang turun akan Manusia.

 

Roh Kudus diberikanNya ke dunia ini agar manusia mempunyai kuasa dan wewenang untuk menyaksikan firman Allah kepada seluruh dunia. Di dalam Kisah Para Rasul, Lukas menyatakan bahwa kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.  Turun atas kamu mempunyai arti pada keyakinan kita yang menyaksikan bahwa Yesus telah naik ke sorga dan telah menganugerahkan Roh Kudus bagi kita sebagai kelanjutan pemberitaan kabar baik di dunia ini. Kabar baik harus sampai ke ujung dunia yang digambarkan melalui Yerusalem, Yudea, Samaria yang merupakan kota-kota besar pada waktu itu. Kelanjutan ini penting kita ketahuan, sehingga tidak ada lagi pemahaman yang salah dan penyesalan yang mendalam, sebab Yesus secara jasmani tidak lagi hidup bersama kita saat ini. Namun tugas kita secara mendalam lebih menekankan pemberitaan kabar baik melalui tuntunan Roh Kudus yang turun atas kita.

Baca juga  Kebiasaan Hidup yang Membawa Kebahagiaan: Memilih untuk Bersukacita

 

Saudaraku kekasih, kita telah dianugerahkan Roh Kudus setelah Yesus naik ke sorga. Pemberitaan kabar baik tetap dan harus terus kita sampaikan kepada siapapun dan kapanpun sampai ke ujung bumi sebab kita telah menerima kuasa ilahi bukan kuasa lahiriah, kita menerima kekuatan Ilahi bukan kekuatan lahiriah. Pemberitaan kabar baik itu bukan atas dasar kemampuan saja, tetapi kerelaan dan kerendahan hati menerima anugerah Tuhan di dalam Roh Kudus yang memelihara dan menuntun kita menyampaikan firman Allah. Sekali lagi, kuasa itu berasal dari Allah bukan dari dunia ini. Keberhasilan memberitakan kabar baik bukan terletak dari kepintaran, kepandaian, dan kecekatan kita dimimbar maupun dimasyarakat tetapi terletak pada hubungan kita dengan Allah serta memahami bahwa ini adalah tugas dan tanggung jawab yang harus dilanjutkan bukan dipilih-pilih. Amin

 

HAPPY WEEKEND

 

Selamat beraktivitas untuk kita semua

Salam Marturia

Pdt. Dr.Anna Vera Pangaribuan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here