Umat Kristen sebagai Agen Keadilan

0
387

 

 

Oleh: P. Adriyanto

 

 

*_”Belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikan orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!”_*

*_Yesaya 1:17_*

 

 

Ketidakadilan sudah terjadi sejak berabad-abad yang lalu. Ketidakadilan juga terjadi sejak Yesus diadili oleh Pontius Pilatus, di mana orang banyak lebih memilih membebaskan penjahat daripada Yesus Kristus.

 

Ketidakadilan juga terjadi sampai hari ini. Saya tadi menyaksikan program *Dibayar Lunas Ngabuburit* di *GTV*

Seorang janda usia 60 tahun yang mempunyai 2 anak laki-laki yang sudah dewasa, yang seorang menderita depresi berat dan yang seorang lagi menderita down syndrome, sehingga menjadi beban ibunya. Ibu ini mempunyai hutang 9 juta rupiah.

Pembawa acara seorang perempuan cantik, melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang saya nilai tidak berperi-kemanusiaan:

# ibu berhutang 9 juta rupiah, tapi penghasilan ibu hanya 15 ribu per hari (laba dari menjual juice buah), apa ibu bisa membayar hutang ibu?

 

# Bagaimana nasib kedua anak ibu, bila ibu meninggal dunia?

 

# Ibu punya barang-barang apa saja yang bisa dijual untuk membayar hutang?. Si ibu diminta menggotong dan mengeluarkan magic jar, kipas angin, TV, ice bucket dan barang-barang lain dan ditawarkan kepada para tetangga. Hasil penjualan hanya 610 ribu.

 

Setiap pertanyaan di atas telah menguras air mata sang ibu yang dibisniskan  untuk hiburan para pemirsa dan ketenaran GTV.

Walaupun akhir cerita semua hutang si ibu dilunasi, barang-barang yang dijual ditebus kembali dan GTV menghadiahkan gerai ice juice yang baru, tapi ini adalah bentuk ketidakadilan karena mengeksploitasi orang miskin demi suatu hiburan.

 

Ketidakadilan juga terjadi di perusahaan-perusahaan bisnis.

Para karyawan diperas melalui jam kerja yang panjang tanpa kompensasi lembur dan tidak mau tahu bagaimana keselamatan karyawati bila pulang larut malam. Bila mereka di PHK, dengan segala upaya kalau mungkin tidak dibayar pesangon dan uang jasanya (antara lain dengan memindahkan karyawan ke unit bisnis/cabang lain yang jauh dari domisili karyawan, sehingga karyawan mengundurkan diri). Sering menyogok petugas Disnaker untuk memenangkan perusahaan, apabila karyawan mengadukan nasibnya ke pemerintah yang harusnya melindungi mereka. Ada Undang-Undang Ketenagaan Kerja RI, tapi diabaikan begitu saja.

Baca juga  Jangan Melupakan Tuhan

Di samping itu, banyak pengusaha yang memanipulasi pajak yang seharusnya untuk kesejahteraan rakyat.

 

Masih banyak bentuk-bentuk kejahatan yang menimbulkan ketidakadilan seperti korupsi, penyalahgunaan jabatan dan lain-lain.

 

Orang Kristen dituntut untuk berpikir dan bertindak adil sesuai dengan nas di atas.

Firman Tuhan selalu mengajarkan kita untuk berlaku adil.

¹ *”Semata-mata keadilan, itulah yang harus kau kejar, supaya engkau hidup dan memiliki negeri yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allahmu.”*

*Ulangan 16:20*

 

² *”Siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut:*

*bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah Tuhan yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi, sungguh semuanya itu Kusukai.”*

*Yeremia 9:24*

 

Apapun profesi dan pekerjaan kita, kita bukan saja harus bertindak adil, tapi juga harus menciptakan keadilan tersebut. Kita harus menciptakan keadilan yang mengalir seperti air dan kebenarannya seperti sungai yang meluap.

Amin.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here