Tuhan Tembok Berapi bagi Kita

0
971

Oleh: Pdt. Anna Vera Pangaribuan

 

Selamat pagi untuk kita semua, kiranya kasih karunia dari Yesus Kristus menyertai kehidupan kita sekalian.

Zakharia 2:5, Dan Aku sendiri, demikianlah firman TUHAN, akan menjadi tembok berapi baginya di sekelilingnya, dan Aku akan menjadi kemuliaan di dalamnya.

 

 

 

Tentu beberapa rumah diantara kita sudah ada yang menggunakan tembok/pagar. Tembok digunakan untuk menghalau pencuri, binatang buas dan juga tembok dapat memperindah rumah. Jelas sekali tembok berfungsi untuk menggambarkan pertahanan dan penjagaan rumah dari hal-hal yang negatif. Bermacam-macam model tembok yang dibuat oleh pemilik rumah. Kalau kita melihat di daerah kampung Batak (Bona pasogit) masih ada yang menggunakan bambu (bulu) sebagai tembok rumah mereka. Kampung Batak itu dikelilingi oleh bambu yang menggambarkan kehidupan satu keluarga yang terdiri dari beberapa rumah. Selain untuk tembok  perlindungan, hal ini untuk menunjukkan identitas suku Batak.

 

Disini Allah menyatakan diriNya melalui penglihatan atas bangsa Israel bahwa bangsa itu tidak lagi memerlukan tembok yang dibangun secara fisik untuk menghalau musuh. Tetapi Allah lah yang menjadi tembok berapi mereka untuk melindungi, menjaga, menghalau bangsa itu dari serangan musuh. Melalui tindakan Allah itu, bangsa itu akan memuliakan Allah dan mengucapkan ucapan syukur. Menjadi kemuliaan bangsa itu sungguh sangat luar biasa sebab Allah menjadi tembok berapi bagi mereka atas musuh. Disekeliling bangsa itu telah mempunyai keamanan yang sangat dahsyat, sebab Allah langsung menjadi penjaga bangsa Israel.

 

Di dalam kehidupan kita tentu mempunyai perlindungan dan pengawasan dari tindakan yang jahat secara duniawi. Seberapa besarpun kekuatan kita dan seberapa banyak pun penjaga yang kita bayar untuk melindungi kita, itu tidak akan mampu untuk melindungi kita. Tetapi, hanya Allah saja lah yang mampu menjadi pelindung kita sebagai tembok berapi dalam setiap kegiatan kita di dunia ini. Meskipun kita belum melihat dan menerima nubuatan itu secara langsung dari Allah, melalui Zakharia kita diingatkan bahwa Allah menjadi tembok berapi kita, untuk menghalau kita dari musuh dan pengaruh jahat. Hal ini juga dapat menjadi identitas kita  sebagai umat Allah  yang menerima perlindungan dari Allah.  Apakah kita yakini hal itu? Jika ia, terimalah tembok berapi itu di dalam hidupmu yakni Tuhan. Amin.

 

HAPPY WEKEEND

 

Selamat beraktivitas untuk kita semua

Salam Marturia

Pdt. Anna Vera Pangaribuan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here