KUMPULKAN DAN SATUKANLAH KAMI, YA TUHAN,  ALLAH KAMI. 

0
504

 

 

Oleh: Pdt Martunas P Manullang

 

.Selamat pagi dan salam damai sejahtera bagi kita semua.  

 

KUMPULKAN DAN SATUKANLAH KAMI, YA TUHAN,  ALLAH KAMI.

 

Inilah satu permohonan dari umat TUHAN, agar TUHAN menyelamatkan dan mengumpulkan mereka kembali dalam suatu persekutuan yang baru.

 

Mari kita baca Mazmur 106:47: ” Selamatkanlah kami, ya TUHAN, Allah kami, dan kumpulkanlah kami dari antara bangsa-bangsa, supaya kami bersyukur kepada nama-Mu yang kudus, dan bermegah dalam puji-pujian kepada-Mu.”

 

Jika kita perhatikan, selain pada ayat 47 ini, ternyata pada ayat-ayat sebelumnya, misalnya pada ayat 4-5, juga telah dinaikkan suatu permohonan, sbb:

 

” Ingatlah aku, ya TUHAN, demi kemurahan terhadap umat-Mu, perhatikanlah aku, demi keselamatan daripada-Mu, supaya aku melihat kebaikan pada orang-orang pilihan-Mu, supaya aku bersukacita dalam sukacita umat-Mu, dan supaya aku bermegah bersama-sama milik-Mu sendiri.” (Mzm.106:4,5).

 

Permohonannya, diikuti dengan tujuannya, yaitu supaya itu menjadi pujian yang dinyanyikan bagi kemuliaan TUHAN.

 

Permohonan yang disampaikan ini, didahului okeh kesadaran akan keberdosaan dan pengakuan dosa umat itu sendiri.

 

Kesadaran akan keberdosaan mendorong kepada pengakuan akan dosa itu sendiri, diikuti dengan penyesalan dan akhirnya pertobatan atau kesediaan untuk melakukan perubahan dalam cara  atau sikap hidup.

 

Dosa yang diungkap adalah:

a. Pembetontakan di Mesir (6-12);

b. Pembetontakan-pembetontakan di padang gurun (13-33);

c. Pemberontakan di Kanaan (36-46).

 

Apa artinya semua ini vagi kita umat TUHAN yang hidup di zaman ini?

 

Pertama, agar kita sebagai orang percaya memeriksa diri akan pelanggaran dan dosa-dosa kita terhadap TUHAN dan mohon pengampunan dosa. Memiliki semangat untuk peryobatan atau hidup yang berubah dan berbuah.

 

Kedua, menyadari bahwa kehidupan kita saat ini adalah karena besarnya kadih setia TUHAN kepada kita. Kalau dari keadaan kita yang sesungguhnya, kita sudah selayaknya mendapat hukuman dari TUHAN.

 

Ketiga, adanya panggilan untuk persekutuan sebagai umat yang ditebus oleh Allah dalam Yesus Kristus. Oleh karena itu, dalam persekutuan kita sekarang ini, sebagai keluarga mau pun sebagai warga jemaat, aspek koinonia (persekutuan) harus semakin mendapat perhatian. Secara khusus dalam setiap keluarga, yang setiap hari hendaknyalah melakukan persekutuan dengan memohon kepada TUHAN pengampunan-Nya bagi seluruh anggota persekutuan itu (sebagai keluarga). Untuk itu, setiap keluarga dan persekutuan kristiani kiranya senantiasa berseru: KUMPULKAN DAN SATUKANLAH KAMI, YA TUHAN, ALLAH KAMI.

 

Keempat, setiap hari, agar ada persekutuan yang menaikkan doa, permohonan dan pujian syukur kepada TUHAN atas segala kasih setia dan kemurahan-Nya.

 

Selamat beraktivitas di hari ini. Tuhan Yesus memberkati. AMIN.

 

Pdt Martunas P Manullang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here