Jangan Pernah Menyerah

0
2690

Oleh: P. Adriyanto

 

“Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang  hilang  dari umat Israel.”

Tetapi perempuan itu mendekat  dan menyembah Dia sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku”. Tetapi Yesus. menjawab: “Tidak patut  mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparnya kepada anjing. Kata perempuan itu:” Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya. Maka Yesus menjawab  dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah  kepadamu seperti yang kau kehendaki” Dan seketika itu juga  anaknya sembuh.”

*Matius 15:23~28*

 

Nas di atas mengisahkan seorang perempuan Siro Fenisia – Kanaan yang anaknya dirasuk setan (baca selengkapnya Matius 15:21~28). Walaupun ia diusir oleh murid-murid Yesus, ia tetap nekat mengikuti Yesus. Yesus sengaja merendahkan perempuan itu untuk menguji imannya, namun ia tidak menyerah.

 

Ada lagi kisah seorang perempuan yang sudah mengalami pendarahan selama 12 tahun. Karena ia tidak dapat langsung berkata-kata kepada Yesus, maka ia beriman, asal dia menjamah jubah Tuhan Yesus, maka ia pasti sembuh.  Perempuan ini juga tidak menyerah karena imannya yang teguh (baca Matius 9:20~22).

 

Siang tadi saya menyaksikan Kick Andy Show, di mana ditampilkan beberapa orang yang mengalami disability/difabel (keterbatasan fisik karena berbagai kecacatan) yang menerima award dari PT. Telkom karena unjuk kerjanya yang luar biasa baik dalam bidang pendidikan maupun olah raga. Motto mereka adalah *jangan pernah menyerah*

 

Sebagai orang percaya, kita harus tabah. menghadapi segala persoalan hidup karena Tuhan Yesus tidak pernah meninggalkan kita.

*”Aku sekali-kali tidak membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”*

*Ibrani 13:5*

Baca juga  RESPON KITA AKAN MENENTUKAN KEMENANGAN KITA

 

Tuhan selalu menopang kita dengan tangan kanan-Nya agar kita tidak terjatuh walau kita mengalami penderitaan, kesesakan dan pencobaan sebarat apapun, asal kita tidak putus asa dan menyerah.

Kita harus beriman bahwa segala perkara dapat kita tanggung di dalam Kristus yang memberi kekuatan kepada kita (Filipi 4:13).

 

Jangan mencoba mengatasi segala persoalan hidup kita dengan mengabaikan campur tangan Tuhan:

*¹ “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam Dia, ia berbuah banyak, sebab di luar aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”*

*Yohanes 15:5*

 

*²”Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan jangan bersandar pada pengertianmu sendiri.”*

*Amsal 3:5*

 

Kita juga harus berorientasi pada apa yang ada di depan kita dan tidak mengingat-ingat kegagalan dan penderitaan kita.

*”Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri  kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.”*

*Filipi 3:13*

 

Jangan pernah menyerah terhadap segala persoalan hidup kita (kegagalan dalam bisnis, kegagalan berumah tangga, penyakit yang tidak kunjung sembuh,  keterbatasan fisik, dan penderitaan serta kesesakan yang lain) yang kesemuanya diciptakan oleh iblis yang tidak senang bila kita selalu bergantung pada kuasa dan kasih Tuhan.

Amin.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here