Tuhan Besertamu

0
691

Oleh: Pdt. Stefanus Hadi Prayitno

 

Nas  :  Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu “berhasil” dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. (Kejadian 39:2)

 

*Ketika kehidupan berlangsung mulus, kita merasa sukses dan bahagia, lebih gampang bagi kita mengakui bahwa “Tuhan beserta kita.” “Sebaliknya, ketika kehidupan berkelok-kelok tidak seperti yang kita harapkan, masalah muncul susul-menyusul, kita jadi gampang gusar dan kehilangan damai sejahtera. Apakah Tuhan meninggalkan kita?”

 

*”Kisah Yusuf” menolong kita mendapatkan perspektif lain tentang penyertaan Tuhan. Ketika Yusuf menerima jubah maha indah (Kej. 37:3),  penulis Kitab Kejadian tidak berkomentar bahwa Tuhan menunjukkan kemurahan-Nya kepada Yusuf.*

 

*Ketika Yusuf mendapatkan mimpi-mimpi yang menggairahkan hatinya (Kej. 37:5, 9), penulis juga tidak menegaskan bahwa mimpi itu berasal dari Tuhan.*

 

*Namun, ketika Yusuf dikhianati saudara-saudaranya, terpisah dari ayah yang sangat menyayanginya, menjadi budak bagi orang asing di negeri yang jauh, penulis secara khusus membubuhkan, “Tetapi TUHAN menyertai Yusuf”*.

 

*Kemudian, ketika Yusuf difitnah oleh Nyonya Potifar, dan “Potifar” tidak membelanya, namun malah murka, dan melemparkan Yusuf ke penjara, kembali penulis secara khusus menambahkan catatan, “TUHAN menyertai Yusuf” kali ini Alkitab mencatat sebanyak dua kali !*

 

*”Allah kita itu Imanuel”: Dia senantiasa “menyertai kita”. Dia tidak pernah meninggalkan kita, tidak pernah membiarkan kita seorang diri (Ibr. 13:5). Kita yang perlu belajar menyadari penyertaan Tuhan bukan hanya di tempat yang jernih dan terang, melainkan juga di tempat yang “remang-remang atau malah gelap gulita.”*

 

 

*Tuhan bukan hanya menyertai kita di padang yang “berumput hijau”, melainkan juga didalam “kekelaman lembah bayang-bayang maut.”*

Baca juga  GEREJA 57 SEN

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here