Dasar Kemenangan Kita: Iman kepada Yesus

0
2782

Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi

 

1 Yohanes 5:1-5

(1) Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga dia yang lahir dari pada-Nya. (2) Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya. (3) Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, (4) sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. (5) Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?

 

Pastikan bahwa kita menjalani hidup dalam jiwa pemenang, bukan jiwa orang kalah. Bahkan Alkitab mengatakan bahwa kita “lebih” dari seorang yang menang. Supaya kita sungguh-sungguh yakin bahwa kita lebih dari pada seorang yang menang, mari melihat dengan seksama bahwa pernyataan itu ya dan amin.

Dalam 1 Yohanes 5:4-5 dikatakan, “Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?” Dengan iman kita dimampukan dalam banyak hal untuk mengalahkan dunia. Artinya, mengalahkan kejahatan dan semua yang dapat merusakkan kemanusiaan kita.

Selanjutnya, dalam 2 Timotius 1:7 dikatakan, “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.” Mengertikah kita apa yang dimaksudkan oleh ayat ini? Maksudnya ialah, Roh Kudus membarui seluruh diri dan hidup kita. Dengan membangkitkan kekuatan, Ia memperbarui kemauan atau kehendak kita. Dengan membangkitkan kasih, Ia memperbarui perasaan kita. Dengan membangkitkan ketertiban, Ia memperbarui akal budi kita.

Baca juga  GEREJA 57 SEN

Roh Kudus mengisi kehidupan kita dengan kekuatan-kekuatan positif. Kekuatan-kekuatan positif itu adalah kekuatan kemauan, kekuatan perasaan dan kekuatan akal budi. Roh kudus bukan hanya bekerja secara menyeluruh tapi juga amat mendalam. Ia menyusup sampai ke relung-relung kedirian kita. Ia bukan hanya membuat kita terbuka mata dan bertobat, tetapi juga mengubah seluruh hidup kita.

Dengan kekuatan-kekuatan yang dibangkitkan oleh Roh Kudus itu, maka kita tidak akan takut lagi. Ada 3 penyebab munculnya ketakutan. (a) Karena lemahnya kemauan, lalu kita merasa tidak percaya diri, tidak berdaya dan kalah sebelum bertarung; (b) Karena lemahnya semangat mengasihi, lalu kita menekan orang lain, mencurigainya dan menganggapnya sebagai ancaman. (c) Karena lemahnya kemampuan akal budi, lalu kita tidak lagi melakukan penilaian dan perhitungan secara tepat dan proporsional. Kita dibayangi oleh ketakutan yang kita ciptakan sendiri. Ketakutan semu yang direka-reka sendiri.

Tapi di dalam iman, hidup kita dikendalikan oleh Yesus Kristus, yang adalah “kepala semua pemerintah dan penguasa” (Kolose 2:10). Kita memiliki dasar yang kuat untuk menjadi orang “yang lebih dari pada orang-orang yang menang”. Dasar itu adalah iman kita.

Adakah iman itu telah sungguh-sungguh menolong kita dalam menjalani hari-hari kita sampai saat ini? Ataukah kita berjalan sampai kini tanpa keyakinan yang teguh akan kekuatan iman itu? Jika begini halnya, sudah dapat diduga bahwa kita hidup dalam perasaan hambar dan tawar. Mungkin juga dengan perasaan sangsi. Sayang, padahal iman itu telah ditaruhkan Tuhan di hati kita, tapi ternyata tidak memberi manfaat bagi diri dan perjuangan kita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here