Kita Tidak Sendirian Dalam Menghadapi Pergumulan

0
828

Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi

 

 

2 Korintus 4:7-15

(7) Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. (8) Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; (9) kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. (10) Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. (11) Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini. (12) Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu. (13) Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: “Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata. (14) Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya. (15) Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.

 

Kita percaya bahwa di dalam Yesus kita akan hidup berkemenangan. Tapi bagaimana membuat kemenangan itu nyata dalam kehidupan kita?

Kita hidup dalam dunia yang penuh penderitaan. Kita harus hadapi. Kita menghadapi-Nya di dalam Yesus, karena di dalam Dia kita menjadi kuat. Masalahnya adalah kita ingin hidup berkemenangan di dalam Yesus, tapi kita tidak mau hidup di dalam Dia. Kalau begini, mustahil kemenangan Yesus terjadi dalam hidup kita. Hanya dengan menyatu dengan-Nya, kemenangan-Nya atomatis menjadi kemenangan kita.

Untuk menyatu dengan Yesus kita harus meninggalkan kedirian dan keakuan kita yang lama. Seperti makanan yang masuk di dalam tubuh, harus dilumat dulu baru menjadi energi yang bermanfaat. Demikianlah kita yang masuk di dalam Kristus akan “dilumat” (=diperbarui) terlebih dahulu supaya dapat menjadi bagian dari Tubuh Kristus yang bermanfaat.

Dalam kesatuan dengan Yesus, kemenangan-Nya akan menjadi kemenangan kita. Ia akan tinggal di dalam kita dan menopang kita. Bila Yesus tidak ada di dalam kita, maka kita tidak lebih dari “bejana tanah liat” saja. Kita tanpa kekuatan, rentan, rapuh dan rawan.

Tetapi jika Yesus berdiam dengan kita, kita akan menjadi “bejana tanah liat” yang kuat. Seperti kata Paulus, “Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa” (2 Korintus 4:8-9). Begitulah kita akan mengalami pertolongan Tuhan.

Hari ini kita memperingati kenaikan Yesus ke surga. Ya, Dia kini bertahta di surga dan tidak bersama lagi dengan manusia secara fisik. Namun kita tetap dapat bersatu dengan-Nya di dalam iman. Pertolongan-Nya tetap diarahkan kepada kita, selama kita terus berserah dan bersatu dengan-Nya. Ia tidak meninggalkan kita sendiri dalam bergumul di dunia ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here