Pdt. Weinata Sairin: “Omnium enim rerum principia parva sunt: Awal dari semuanya itu kecil”

0
904

Oleh: Pdt. Weinata Sairin

 

 

Segala sesuatu itu dimulai dari yang kecil, yang sedikit, yang rendah. Tak pernah ada sesuatu itu tiba-tiba saja menjadi besar, tanpa proses dan mekanisme yang standar. Sebab itu yang kecil itu tidak boleh dianggap remeh, tak bisa disepelekan. Ada banyak contoh praktis dari kehidupan sesehari yang bisa diangkat sebagai contoh. Sebuah benjolan kecil didekat telinga dibiarkan saja oleh seorang teman. Kondisi itu tak pernah diperhatikan dianggap biasa saja. Dalam waktu yang relatif singkat benjolan makin membesar. Ternyata sesudah diperiksa oleh dokter, benjolan itu mengidap tumor ganas yang dapat membahayakan. Dalam kehidupan rumah tangga kadangkala ada pertengkaran kecil diantara suami istri. Hal itu diabaikan saja dan tidak dianggap sebagai bagian penting dalam membangun relasi-istri.

 

Riak-riak kecil itu kemudian makin membesar sehingga rumah tangga itu kemudian mengalami gonjang ganjing karena persoalan sudah menjadi besar dan sulit di damaikan. Benih-benih pemikiran yang tidak suka terhadap dasar negara Pancasila sejak sejarah awal bangsa ini mulai berdiri sebenarnya sudah ada walaupun kecil. Pemerintah terlalu sibuk dengan program-programnya sehingga abai terhadap adanya keinginan sekelompok orang untuk mengubah dasar negara Pancasila.

 

Oleh karena itu sebaiknya jika ada benjolan kecil atau pertikaian kecil dalam sebuah keluarga harus dilakukan upaya penangggulangan melalui berbagai cara. Perampungan masalah itu bisa saja dilakukan secara lebih cepat oleh para pihak sehingga kehidupan yang damai dan sejahtera dapat tewujud.

 

Hal-hal kecil yang dampaknya nanti akan sangat besar bagi keutuhan negara, misalnya adanya kelompok yang anti kerukunan antar umat beragama, dan beberapa program strategis lainnya yang diganggu oleh kelompok kecil yang oposan, harus ditangani cepat, bijaksana dengan basis legal yang kuat dan definitip.

Baca juga  PENANTIAN MEMBUAHKAN PENGHARAPAN

 

Pepatah yang dikutip dibagian awal tulisan ini memberi peringatan cerdas bahwa semuanya pada awalnya kecil. Kita mesti mekakukan pemantauan terhadap pribadi/komunitas institusi sejak awal pada saat masih kecil dan mulai bertumbuh. Apakah mereka itu memiliki komitmen untuk membangun NKRI yang majemuk dengan ideologi nasional yaitu Pancasila.

 

Ketentuan perundangan di negeri kita harus memberi imperatif yang jelas bahwa semua organisasi yang ada di negeri ini wajib menyatakan persetujuan dan dukungan terhadap Pancasila dan UUD NRI 1945 dan mencantumkan secara resmi dalam anggaran dasar setiap organsasi/insitusi. Mari kita satukan jiwa dan tekad membangun NKRI yang majemuk demi lahirnya peradaban baru.

 

Selamat berjuang. God bless.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here