Waspadalah, Jangan Sampai Celaka Karena Dosa

0
3165

Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi

 

Yesaya 5:8-24

(8) Celakalah mereka yang menyerobot rumah demi rumah dan mencekau ladang demi ladang, sehingga tidak ada lagi tempat bagi orang lain dan hanya kamu sendiri yang tinggal di dalam negeri! (9) Di telingaku terdengar firman TUHAN semesta alam: “Sesungguhnya banyak rumah akan menjadi sunyi sepi; rumah-rumah yang besar dan yang baik tidak akan ada penghuninya. (10) Sebab kebun anggur yang luasnya sepuluh hari membajak akan menghasilkan hanya satu bat anggur; dan satu homer benih akan menghasilkan hanya satu efa gandum.” (11) Celakalah mereka yang bangun pagi-pagi dan terus mencari minuman keras, dan duduk-duduk sampai malam hari, sedang badannya dihangatkan anggur! (12) Kecapi dan gambus, rebana dan suling, serta anggur terdapat dalam perjamuan-perjamuan mereka, tetapi perbuatan TUHAN tidak dipandangnya dan pekerjaan TUHAN tidak dilihatnya. (13) Sebab itu umat-Ku harus pergi ke dalam pembuangan, oleh sebab mereka tidak mengerti apa-apa; orang-orang yang mulia akan mati kelaparan, dan khalayak ramai akan menderita kehausan. (14) Sebab itu dunia orang mati akan membuka kerongkongannya lapang-lapang dan akan mengangakan mulutnya lebar-lebar dengan tiada terhingga, sehingga lenyap ke dalamnya segala kesemarakan dan keramaian Yerusalem, segala kegaduhannya dan orang-orang yang bersukaria di kota itu. (15) Maka manusia akan ditundukkan, dan orang akan direndahkan, ya, orang-orang sombong akan direndahkan. (16) Tetapi TUHAN semesta alam akan ternyata maha tinggi dalam keadilan-Nya, dan Allah yang maha kudus akan menyatakan kekudusan-Nya dalam kebenaran-Nya. (17) Maka domba-domba akan makan rumput di situ seperti di padangnya sendiri dan kambing-kambing akan mencari makan dalam reruntuhan gedung-gedung orang kaya. (18) Celakalah mereka yang memancing kesalahan dengan tali kedustaan dan dosa seperti dengan tali gerobak, (19) yang berkata: “Baiklah Allah lekas-lekas dan cepat-cepat melakukan tindakan-Nya, supaya kita lihat; dan baiklah keputusan Yang Mahakudus, Allah Israel, datang mendekat, supaya kita tahu.” (20) Celakalah mereka yang menyebutkan kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat, yang mengubah kegelapan menjadi terang dan terang menjadi kegelapan, yang mengubah pahit menjadi manis, dan manis menjadi pahit. (21) Celakalah mereka yang memandang dirinya bijaksana, yang menganggap dirinya pintar! (22) Celakalah mereka yang menjadi jago minum dan juara dalam mencampur minuman keras; (23) yang membenarkan orang fasik karena suap dan yang memungkiri hak orang benar. (24) Sebab itu seperti lidah api memakan jerami, dan seperti rumput kering habis lenyap dalam nyala api, demikian akar-akar mereka akan menjadi busuk, dan kuntumnya akan beterbangan seperti abu, oleh karena mereka telah menolak pengajaran TUHAN semesta alam dan menista firman Yang Mahakudus, Allah Israel.

Baca juga  PENANTIAN MEMBUAHKAN PENGHARAPAN

 

Bacaan ini memuat enam perkataan celaka dari nabi Yesaya. Katanya: “Celakalah mereka …!” Mereka yang bagaimana? Mereka yang melakukan kejahatan! Hal itu disampaikannya sampai enam kali (lihat ayat 8, 11, 18, 20, 21 dan 22). Bukan maksud Yesaya untuk menakut-nakuti orang. Ia menyampaikannya supaya orang berbalik dari kejahatannya. Dengan kata lain, supaya orang berubah dan bertobat! Selain itu, Yesaya berkata demikian supaya kita tahu apa yang dibenci oleh Allah. Enam hal yang terkandung dalam ‘perkataan celaka’ Yesaya ini, memang tidak disukai Allah. Karena itu, jika kita tidak ingin celaka, jangan lakukan hal itu. Hindarilah!

 

Perkataan celaka yang pertama ditujukan kepada mereka yang hanya memikirkan keuntungan diri sendiri (ayat 8-10). Mereka ingin agar apa yang ada jadi miliknya sendiri. Kekayaan yang ada kalau bisa dikangkangi sendiri. Orang lain jangan diberi kesempatan. Demi keinginannya ini mereka tidak segan merampok. Atau dalam ungkapan Yesaya, mereka tidak segan menyerobot rumah demi rumah, ladang demi ladang, dan seterusnya. Mereka memang berkuasa, punya ‘kaki-tangan’ yang menggurita di mana-mana. Orang-orang takut kepada mereka dan tidak sanggup melawan.

 

Kita mungkin tidak mampu melawan mereka. Tapi jangan sampai kemudian, karena takut, kita mendukung mereka. Jangan! Kita akan ikut celaka bersama mereka. Allah akan bertindak atas mereka, kecuali jika mereka bertobat.

 

Perkataan celaka yang kedua ditujukan kepada mereka yang hanya memikirkan kenikmatannya sendiri (ayat 11-17). Mencari kenikmatan itu perlu. Hanya orang gila yang tidak mau kenikmatan. Tapi yang dimaksud dalam ayat ini adalah mereka yang mencari kenikmatannya tapi melupakan Tuhan! Mereka menikmati hartanya tapi lupa menolong orang lain. Mereka melampiaskan nafsu seksualnya secara sembarangan. Mereka senang memiliki uang yang banyak. Setiap hari mencari dan menumpuknya. Tapi mereka lupa beribadah. Mereka tidak mau kenal Tuhan. Takut uangnya terpakai untuk urusan pelayanan. Mereka lupa bahwa yang paling menyenangkan dalam dunia ini adalah mengenal Tuhan. Ingat orang kaya yang bodoh? Yang suka menumpuk hartanya tapi mati tanpa membawa apa-apa? Allah akan bertindak atas mereka, kecuali jika mereka bertobat.

Baca juga  PENANTIAN MEMBUAHKAN PENGHARAPAN

 

Perkataan celaka yang ketiga ditujukan kepada mereka yang membangga-banggakan kehebatan sendiri (ayat 18-19). Karena merasa hebat, mereka tidak takut berbuat apa saja termasuk berbuat dosa. Mereka malah menantang untuk berbuat dosa. Tuhan itu bagi mereka keciiil! Orang-orang ini ceroboh dan teledor. Tapi lihatlah, orang-orang seperti itu tumbang satu-persatu. Allah akan bertindak atas mereka, kecuali jika mereka bertobat.

 

Perkataan celaka yang keempat ditujukan kepada mereka yang hatinya dolak-dalik (ayat 20). Yang jahat mereka katakan baik. Perbuatan dosa mereka anggap benar. Mereka membantah suara hatinya. Jika hatinya berkata: “Jangan, itu salah. Itu tidak baik!” Mereka melawannya: “Nggak, itu tidak salah, itu baik kog!” Mereka tidak menyesal dan terus begitu meskipun mereka tahu banyak orang menderita karena sikapnya itu. Allah akan bertindak atas mereka, kecuali jika mereka bertobat.

 

Perkataan celaka yang kelima ditujukan kepada mereka yang merasa puas dengan dirinya sendiri (ayat 21). Mereka ini, seperti kata pepatah: ‘orang tidak tahu tetapi tidak tahu bahwa dia tidak tahu’. Dengan kata lain orang yang tidak mau tahu bahwa dia tidak tahu. Jadi sok tahu. Merasa tidak perlu belajar, tidak perlu diberitahu dan tidak perlu diarahkan. Bicara tentang iman mereka selalu berkata: sudahlah, saya sudah tahu. Padahal dia belum tahu. Karena itu mereka tertutup pada kebenaran. Kepada mereka Allah akan bertindak atas mereka, kecuali jika mereka bertobat.

 

Perkataan celaka yang keenam ditujukan kepada mereka yang mengeraskan hati (ayat 21-24). Tahu bahwa apa yang dilakukan jahat, tapi tetap nekat melakukannya. Ia tidak peduli. Tahu selingkuh itu salah, tetap dilakukan. Tahu korupsi itu jahat, tetap dijalankan. Allah akan bertindak atas mereka, kecuali jika mereka bertobat.

Baca juga  PENANTIAN MEMBUAHKAN PENGHARAPAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here