Teolog dan Umat Kristen Harus Lebih Terlibat dalam Kebudayaan Melalui Kesenian dan Kesusasteraan

0
639

Wisuda V STT Indonesia Jakarta

“Para teolog dan umat Kristen harus lebih banyak terlibat dengan cerdas dalam kebudayaan kontemporer. Kalau kita ingin memahami kekuatan kebudayaan, perhatikan saja bagaimana misalnya “perkawinan sesama jenis”  yang dulu ditentang bisa sampai dilegalisasi di beberapa negara Barat yang mayoritas Kristen. Kebudayaan bisa dimanipulasi  dan direkayasa secara disengaja. Karena itu umat Kristen khususnya para ahli pikir Kristen dan para teolog harus semakin terlibat dalam dunia akademis, kesenian, etika medis, politik dan wilayah-wilayah strategis kebudayaan kita. Kehadiran kita dalam proses kebudayaan adalah strategi untuk memperbaharui, menerangi dan menggarami pikiran dan seluruh aspek kehidupan manusia dengan kebenaran Firman Tuhan.Hanya dengan setia kepada kebenaran Firman Tuhan (kekristenan biblikal historis), tidak kompromi dengan dosa dan tetap mempertahankan kekudusan kita bisa mempengaruhi suatu kebudayaan dan menanamkan nilai-nilai Injil dalam suatu kebudayaan. Gereja perlu terlibat secara finansial dalam mendukung kaum seniman dan para apoleget Kristen dalam memajukan kebudayaan, khususnya melalui kesenian dan kesusasteraan,”demikian antara lain kata sambutan Rektor STT Indonesia Jakarta, Pdt. DR. G. Ubleeuw, M.Th. dalam acara Wisuda V STT Indonesia V, di Jakarta

 

Sementara itu Ketua Panitia Wisuda V STT Indonesia Jakarta, Pdt. DR. Nikanor Tomatala, M.Th., dalam laporannya menyatakan bahwa Wisuda V ini, STT Indonesia Jakarta meluluskan 156 orang, dengan perincian S1 Prodi Teologi 25 orang, S1 PAK 49 orang, S2 Teologi 43 orang dan S2 PAK 39 orang. Para wisudawan-wisudawati STT Indonesia Jakarta ini berasal dari pelbagai denominasi Gereja.

 

Turut memberikan kata sambutan adalah Pdt. DR. D.H. Kambey, M.A, selaku Ketua Sinode Gereja Presbyterian Indonesia (GPI), Gereja pendiri/pendukung STT Indonesia Jakarta. Pdt. Kambey dalam kata sambutannya mengharapkan agar para alumni tak berhenti belajar dan meningkatkan kompetensi akademis. “Era globalisasi adalah era kompetensi dan kompetisi. Hanya dengan SDM yang berkompeten dan kompetitif dalam segala hal kita bisa bertahan dan beraktualisasi diri. Karena itu,  STT Indonesia Jakarta saat ini sedang berupaya mendapatkan ijin pnyelenggaraan program S-3 (Doktor), agar semakin banyak bisa menghasilkan sarjana-sarjana yang lebih berkompeten dan berdaya-guna bagi Gereja dan bangsa”tegas Pdt Kambey dengan antusias.

 

Hadir dalam acara wisuda tersebut antara lain Pdt. DR.Yustus Adipati, M.Th., Pdt. DR. Yohanes Tahaparay, M.Th., , Pdt. DR. Wolter K. Bernadus, M.Th., Pdt. Jopie Kakiay, Pdt. DR. Jakobus Leimena, M.Th, Pdt. Annie Kalalo, M.Th., Pdt. Tumpak Sianturi, M.Th, Pdt. DR. Henry Sirait, M.A., Pdt. DR. Oktapianus Parintak, Pdt. Edison Simarmata, M.Th., Alex M. Paath,  keluarga besar STT IJ dan keluarga para wisudawan/wisudawati. (Bob Leimena)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here