Oleh: Pdt. Pinehas Djendjengi Mazmur 15:1-5 (1) TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung-Mu yang kudus? (2) Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya, (3) yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya, yang tidak berbuat jahat […]
Kategori: Renungan
Harga Seorang Kristen
Oleh: Pdt. Jacobus Manuputty SEMUA YANG BERNILAI DIDUNIA INI ADA HARGANYA, TERMASUK MENJADI SEORANG KRISTEN. ITU JUGA KATA YESUS : “Setiap orang yang mau mengikut Aku ia harus menyangkal dirinya, memiķul salibnya setiap hari dan mengikut Aku”(Lukas 23:9) Ada 3 harga yang harus dibayar : 1. PENYANGKALAN DIRI : Sederhananya […]
Waktu Tuhan dan Waktu Manusia
Oleh: Pdt. Jacobus Manuputty Kalau Tuhan pencipta waktu, maka manusia adalah penikmat waktu utama dan terbesar. Kalau Tuhan penentu waktu, maka manusia sering bermain-main waktu dengan sesukanya. Itulah yang kadang membuat Tuhan kecewa. Waktu Tuhan sering tak terduga, sedangkn waktu manusia penuh dengan berbagai dugaan. Karena Tuhan pengendali waktu, sedangkan manusia hanya […]
Bagaimana Menghadiri Kebaktian
Oleh: Pdt. Andreas Loanka Nehemia 8:1-13 Umat Israel yang berbakti di halaman Pintu Gerbang Air mengalami kebaktian yang memuliakan Allah dan mendatangkan berkat bagi umat. Mereka ikut kebaktian dari pagi sampai tengah hari, tetapi tidak merasa bosan atau lelah. Sebaliknya mereka begitu antusias memuliakan Allah dalam kebaktian dan pulang dengan pembaharuan hidup […]
Pdt. Weinata Sairin: “Sua cuique sunt vitia. Setiap orang memiliki kekurangannya masing-masing.”
Manusia ciptaan Allah itu benar-benar makhluk yang istimewa, yang tiada bandingnya. Keistimewaannya bukan hanya terletak pada predikat atau sebutan yang dikukuhkan baginya tetapi juga pada banyak aspek dari kedirian manusia itu. Manusia acap disebut ‘khalifah Allah’, dijuluki juga sebagai ‘imago dei’. Itulah sebutan-sebutan tentang manusia yang populer di kalangan kawan-kawan Islam dan Kristen. […]
Persembahan Hidup
Oleh: Pdt. Weinata Sairin “Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan tidakkah itu _jahat_? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu _jahat_? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu apakah ia berkenan kepadamu apalagi menyambut engkau dengan baik? Firman Tuhan semesta alam.” (Maleakhi 1:8) Manusia sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah […]
Pdt. Weinata Sairin: Mengapa Kebaktian Tengah Minggu (KTM) dan Bukan Kebaktian Rumah Tangga (KRT)?
Catatan Awal. Pada waktu saya menjadi pendeta Jemaat GKP Cimahi tahun 1974 – 1978, banyak hal baru dan segar yang dialami. Kondisi seperti itu cukup menarik sebab melalui realitas seperti itu materi yang diperoleh dimasa-masa kuliah secara kreatif bisa langsung diimplementasikan. Salah satu bentuk pelayanan yang pada zaman itu dilakukan GKP Cimahi […]
Tuhan Kadang Gelisah
Oleh: Pdt. Jacobus Manuputty Gelisah itu suatu kondisi yang tidak tenang, dan kadang tidak membahagiakan. Tuhanpun “kadang alami” hal itu, jika kita lakukan hal2 yang menyakiti hati-Nya dan menyedihkan perasaan-Nya. Ada 7 hal yang bisa menggelisahkan hati Tuhan(berhubungan dengan perilaku hidup kita umat-Nya) : 1. Bisa bangun pagi tetapi tidak tahu […]
Pdt. Weinata Sairin: “Nec lusisse pudet, sed non incidere. Jangan malu untuk bergurau tetapi hendaknya jangan menggores (hati orang lain)”.
Hidup ini jika kita pikirkan lebih mendalam dan jujur adalah suatu masa yang sangat indah, yang tak bisa secara penuh diungkapkan dalam kata dan tulisan. Episode-episode yang kita alami dan nikmati dalam perjalanan hidup ini kesemuanya merupakan sebuah proses pembelajaran yang maha dahsyat yang akan berimbas pada pematangan kepribadian kita. Dalam sebuah dunia […]
Pdt. Weinata Sairin: “Frangas non flectes. Engkau dapat menindasku, tetapi tidak untuk mengubah pendirianku”
Dalam sebuah kehidupan yang standar dan ‘normal’ kosa kata _tindas_ amat jarang bahkan mungkin tidak digunakan. Sebuah kehidupan yang standar menempatkan relasi antar manusia dalam posisi yang terhormat, yang di dalamnya manusia mendapat respek, ‘kekitaan’, ‘kekamian’, ‘kesalingan’ amat menonjol dan dikedepankan. Suasana kesetaraan, cinta kasih, saling menolong, silaturahim dibangun, ditumbuhkembangkan sehingga kosa kata […]
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.




