Hilangkan kebencian Ganti Kasih

0
170

Oleh: Stefanus Wiji Suratno

 

1 Yohanes 2:9-11 (TB) Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang.
Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan.
Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.

Hilangkan kebencian Ganti Kasih

 

Surat penatua Yohanes mengajarkan kepada kita agar kita tetap didalam terang atau didalam Tuhan Yesus agar Dia terus bercahaya didalam kehidupan kita. Tapi Penatua Yohanes juga menekankan agar terang itu diikuti dengan perbuatan melalui dengan mengasihi saudara kita. Dalam arti sempit yaitu saudara kandung kita dan dalam arti luas adalah saudara kita dalam Tuhan. Memang ajaran ini selaras dengan ajaran Tuhan Yesus tentang hukum yang terutama dalam hukum Taurat yaitu mengasihi Allah dan sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri. ( Matius 22 : 37-39 ).

Kasih terhadap Allah harus diikuti kasih terhadap saudara kita. Kebencian manusia terhadap saudara-saudara sendiri bisa disebabkan karena irihati, dengki, amarah, keluarga, uang dan kadang hal-hal yang sepele seperti harga diri, tersinggung dan lain-lain. Padahal semua itu bukan hasil yang baik tetapi perbuatan daging ( Galatia 5 : 19-21 ).

Kebencian sering disimpan sampai lama yang tidak menguntungkan buat ibadah kita dimata Tuhan. Bahkan Tuhan Yesus mengingatkan agar kita berdamai dulu apabila kita akan mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan ( Matius 5 : 23-36 ). Ajaran Tuhan Yesus adalah ajaran kasih dan damai oleh sebab itu kalau kita menjadi pengikut Kristus atau disebut Kristen maka kita harus hidup damai dengan siapapun. Kita harus menghasilkan buah-buah Roh Kudus salah satunya yaitu damai sejahtera ( Galatia 5 : 22-23 ).

Baca juga  UPH Dukung Misi Perdamaian Lewat Gala Concert Rapsodia Nusantara No. 24 Karya Ananda Sukarlan

Bahkan di perjanjian lama di Kitab Mazmur 133 :1-3 : alangkah indahnya kalau kita hidup dengan rukun dengan saudara-saudara kita. Ditengah dunia yang penuh dengan berbagai gejolak dimana banyak karakter manusia yang berubah menjadi sombong dan penuh amarah maka kita harus menjadi air untuk api yang sedang membara atau kita menjadi juru damai.

Biarlah kita selalu membawa damai bagi siapapun maka mahkota kerajaan Sorga telah disediakan bagi orang yang penuh kasih dan pendamai.

Kesimpulan dan Doa :
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah ( Matius 5 : 9 ).
Tuhan Yesus jadikan kami sebagai lilin ditengah kegelapan, sekalipun kami hanya kecil tapi berguna menerangi hal-hal yang kecil buat lingkungan sekitar kami. AMIN.

Salam kasih
STEFANUS WIJI SURATNO
DOSEN DOKTOR ILMU EKONOMI UNIVERSITAS KATOLIK PARAHIYANGAN.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here