Desmond Tutu dan LAI

0
181

Oleh Sigit Triyono (Sekum LAI)
www.alkitab.or.id IG:lembagaalkitabindonesia

 

Desmond Mpilo Tutu (87 tahun) adalah seorang teolog yang berasal dari Afrika Selatan. Ia juga merupakan seorang aktivis yang dikenal luas pada era 1980-an sebagai salah seorang penentang apartheid. Tutu dipilih dan ditahbiskan menjadi uskup berkulit hitam pertama di Gereja Anglikan Ia ditahbiskan di kota Cape Town, Afrika Selatan (Wikipedia Indonesia).

Penghargaan yang pernah diraihnya: Nobel untuk Perdamaian (1984), Albert Schweitzer Prize for Humanitarianism (1986), Hadiah Perdamaian Sydney (1999), Penghargaan Perdamaian Gandhi (2007), J. William Fulbright Prize untuk Pemahaman Internasional (2008), Medali Kebebasan Presiden Amerika Serikat (2009), Nelson Mandela’s Favorite African Folktales Audie Audiobook of the Year (2015), Nelson Mandela’s Favorite African Folktales udie Award for Original Work (2015).

Begitu besar nama Desmond Tutu dan salah satunya diabadikan menjadi sebuah kompleks dengan nama “All Africa Conference of Churches, ArchBishop Desmond Tutu Ecumenical Centre” atau dikenal sebagai Desmond Tutu Conference Center. Sebuah pusat konferensi, seminar, lokakarya, rapat-rapat, penginapan dan kompleks perkantoran yang bisa melayani ratusan sampai seribuan orang sekaligus yang beralamat di Waiyaki Way, Nairobi, Kenya.

Tempat di atas adalah tempat dimana saya dan 26 peserta lain dari berbagai Lembaga Alkitab di Afrika, Asia, dan Eropa mengikuti program Induction Workshop 2019, United Bible Societiies (UBS) pada 25 Feb – 1 Maret 2019. Materi yang dibahas dalam workshop 5 hari ini diperkuat dengan semangat perjuangan Desmond Tutu – sang kebanggaan Afrika.

Dalam workshop yang dipandu oleh 5 orang instruktur yang sangat berpengalaman internasional, topik-topik yang dibahas menyangkut Visi, Misi, Nilai-nilai, Kepemimpinan, Bekerja dengan Multi kultur, Membangun keberlanjutnan pelayanan, Pengorganisasian pelayanan, Hubungan semua pemangku kepentingan lembaga dan belajar dari kasus pelayanan holistik Lembaga Alkitab Kenya.

Baca juga  Langkah Pertama Menuju Penyelesaian Konflik

Semua anggota UBS sebanyak 162 Lembaga Alkitab yang melayani di 200 negara dalam skala nasional, regional dan internasional membutuhkan keterpaduan dalam melangkah bersama. Tidak mudah mensinergikannya. Oleh karenanya para pemimpin lembaga perlu duduk bersama dan dengan rendah hati memahami mandat, sejarah, perkembangan manajemen, inovasi-inovasi, kepemimpinan, dan konteks masing-masing jaman serta wilayah kerja.

Nilai-nilai pengorbanan, kemurah-hatian dan kesetiaan yang menjadi nilai budaya kerja Persekutuan Lembaga-lembaga Alkitab Dunia (UBS) menjadi sangat terpateri di sanubari manakala mendiskusikan tiga hal tersebut di kompleks Desmond Tutu yang sudah menjadi teladan melalui bukti-bukti karya pengabdiannya.

Saya sangat bersyukur mengikuti workshop ini yang sungguh men”charge” kembali energi saya untuk terus melangkah ke depan bersamaNya dan bersama seluruh pemangku kepentingan LAI.

Sekum Lembaga Alkitab Kenya Elizabeth W. Muriuki menyitir ayat untuk menguatkan kami semua dari 1 Pet 2: 5 “Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani, yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.” Puji Tuhan. *#SalamAlkitabUntukSemua*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here