CARA TUHAN MENEGUR KEHIDUPAN KITA SETIAP HARI

0
5596

 

Sekali lagi kami katakan bahwa teguran Tuhan itu hening, tenang bahkan diam.
Oleh sebab itu, anda harus memiliki hati yang peka terhadap bisikan dan suara-Nya.

Banyak hal yang digunakan Tuhan untuk mengingatkan kita tentang segala sesuatu.

Semakin banyak interaksi dengan lingkungan dan orang-orang di sekitar maka semakin banyak pula hal-hal yang hendak diberitahukan/diperingatkan Tuhan kepada umat kesayangan-Nya.

Berikut beberapa tips tentang bentuk dan jenis teguran-Nya dalam kehidupan di dunia yang fana ini.

*▪Lewat suara hati sendiri.*
Bila anda mengehendaki agar hidup ini selalu terhubung dengan Sang Pencipta maka satu-satunya jalan adalah dengan *senantiasa fokus kepada-Nya*.
Fokus kehidupan hanya kepada Tuhan dapat dilakukan lewat *berdoa, membaca Firman dan memuji-memuliakan nama-Nya dalam segala waktu*. Bila tidak dimungkinkan untuk dilakukan sepenuhnya, maka cukup dengan *senantiasa memusatkan pikiran dalam doa, firman dan nyanyian pujian*.
Hati yang selalu terhubung membuatmu *semakin dekat dengan Tuhan*.
Keadaan inilah yang membuat suara hati kita selaras/ sejajar dengan kehendak-Nya.

Oleh kerana itu, *ikuti dan patuhilah suara hatimu yang benar* sehingga hidup terus diubahkan melalui teguran-Nya.

*▪Saat melakukan kesalahan/ kekhilafan.*
Pengalaman kami selama ini, terkadang kesalahan yang dilakukan merupakan akumulasi dari dosa di masa lalu.
Oleh kerana itu, setiap kali kami merasa telah melakukan kesalahan maka *hati ini cenderung kilas balik _(feedback)_ ke belakang untuk mengoreksi/memperbaiki diri, apakah ada yang salah dari sikap selama ini?*
Biasanya kesalahan tersebut berupa *kurang sabar, terlalu terburu nafsu, tinggi hati, kurang peka terhadap kebutuhan/keperluan orang lain dan lain sebagainya*. Saat diri ini mampu mengenali kesalahan sendiri maka dimungkinkan untuk *tidak mengulanginya* di waktu yang akan datang.

Jika saat ini anda khilaf terhadap sesuatu maka boleh jadi hal tersebut terjadi karena *kesalahan sendiri atau juga karena kesalahan di masa lalu*. Ambillah waktu sendiri lalu gunakanlah waktu itu untuk mengoreksi /memperbaiki diri *(bersaat teduh dsb.)*..

Jika itu karena kesalahan orang lain maka *maafkanlah lalu berusaha memperbaikinya sedapat mungkin* dan apapun hasilnya/kerugian yang diderita, terimalah semua apa adanya.

*▪Melalui firman baik dengan membaca langsung maupun yang dikhotbahkan.*
Membaca Firman adalah suatu *kebiasaan baik yang perlu dipelihara* oleh setiap manusia. Firman merupakan ilmu pengetahuan yang asalnya dari Sorga.
Namun dibalik semuanya itu, *perbaikilah niat anda untuk menekuni kebiasaan ini*. Pastikan ada *ketulusan, kemurnian hati yang tidak berbelah bagi, dan tanpa mengharap imbalan* yang besar di kehidupan yang akan datang.

*▪Saat mengikuti perkumpulan orang beriman/ persekutuan kelompok/perkongsian iman _(Sharing)_.*
Ada banyak teguran yang kita peroleh dari sini, baik yang sifatnya secara langsung _(kepada diri sendiri)_ maupun yang tidak langsung _(belajar dari teguran yang diberikan kepada orang lain)_.

Bila kita menaruh hati yang sungguh dan pendengaran yang fokus/tertumpu pada persekutuan tersebut maka *terdapat begitu banyak makna positif* yang terkandung di dalamnya. *Temukan itu teman….*

*▪Lewat perkataan/ teguran dari orang lain.*
Sesama manusia memang *tidak selalu benar*. Terkadang juga apa yang mereka sampaikan bersalahan sebagian atau semuanya.
*Penegur yang salah dapat saja diutus Tuhan untuk melihat seberapa panjang kesabaran/ ketabahan di dalam hati ini*. Oleh sebab itu, apapun teguran yang disampaikan kepada anda maka *terimalah apa adanya*.

Selain itu, silakan koreksi/perbaiki diri sendiri, apakah perkataan itu sudah sesuai dengan kenyataan atau belum.
Koreksilah diri sendiri dan jangan lupa untuk menjadikan Kitab Suci sebagai salah satu _standard_ kehidupan untuk menilai situasi yang dihadapi.

*▪Saat mendapat perlakuan buruk dari sesama.*
Perlakuan buruk dari sesama dapat terjadi karena tidak sengaja, disebabkan kesalahan sendiri dan/atau kesalahannya juga. Saat orang lain memberikan reaksi maka hadapilah itu dengan tenang.
*Hindari membalas kejahatan dengan kejahatan yang sama* sebab suasana semacam ini tidak mendatangkan kedamaian di dalam hati dan tidak termasuk dalam amalan hidup seorang religius.

Melainkan koreksilah/perbaikilah diri sendiri agar suatu masa yang akan ditentukan nanti dapat melakukan kerja sama yang lebih baik lagi.
Di sebalik semua itu, kita juga harus tahu diri bahwa kadang-kadang pencobaan yang datang *bertujuan untuk menaik-taraf _(upgrade)_ kehidupan _(pikiran dan sikap: perkataan dan perilaku)_ sehari-hari*.

*▪Melalui lingkungan sekitar dan alam semesta.*
Lingkungan juga dapat *memberikan reaksi jika kita telah melakukan kesalahan*.
Sekalipun demikian kami juga hendak mengatakan bahwa keadaan ini cenderung berdampak relatif bagi masing-masing orang. Kejadian alam boleh saja *menjadi peringatan akan kesalahan sendiri namun dapat juga merupakan suatu berkat bagi bumi ini*.
Misalnya saja saat hujan turun maka seorang penunggang motor menyatakan bahwa hari ini dia kurang beruntung namun para petani di kawasan lain sangat beruntung dan menganggap hujan sebagai berkat yang luar biasa.

*▪Menggunakan media tertentu.*
Media tertentu dapat juga menjadi alat komunikasi Tuhan bagi kehidupan manusia. Baik melalui hasil karya seni: buku, cerpen, filem, novel, lukisan, puisi, ukiran kraftangan dan lain sebagainya.
*Berikut ini beberapa contoh yang kami alami sendiri.*
_*1.*_ Saat hendak melakukan sesuatu yang kurang baik lalu secara tidak sengaja melihat gambar _(lukisan-ilustrasi)_ Tuhan maka hati ini langsung insaf.
_*2.*_ Ketika hendak membuka laman-laman _web_ yang tidak bermutu, maka secara tiba-tiba laptop menjadi _lagged_ dan _hang_.
_*3.*_ Saat menggunakan gajet untuk melayari _Facebook_ lalu mengomentari hal-hal yang tidak bermutu, tiba-tiba saja _Kb/Mb_ -data habis.
_*4.*_ Sewaktu memuat-turun _(download)_ filem porno lalu tiba-tiba saja mati lampu/ _software_ nya rusak.
_*5.*_ Ketika sedang membaca artikel tidak bermutu _*(mungkin soal fitnah, seks, isu panas dan lain-lain)*_ melalui telefon pintar _(Smarthphone)_ lalu tiba-tiba saja seorang teman datang mengejutkanmu.
_*6.*_ Saat sedang meng- _searching_ foto-foto seksi, tiba-tiba saja ada suara keras entah berantah _*(manusia, hewan, kenderaan dan lainnya)*_ yang mengejutkanmu.
_*7.*_ Sewaktu sedang memutar video porno yang baru dimuat-turun _(download)_, tiba-tiba saja bibir, tangan dan badan anda menjadi gemetaran.
_*8.*_ Ketika melihat-lihat foto _vulgar_, tanpa disedari tiba-tiba otak anda menyanyikan lagu-lagu pujian kepada Tuhan.. dan lain sebagainya.
*Cara Tuhan menegur manusia memang unik dan berbeda-beda untuk setiap orang.*

Semuanya tergantung dari pengalaman peribadi masing-masing. Intinya adalah *selalu sedar bahwa Yang Maha Kuasa ada di mana-mana, apapun keadaan/situasi kita*.
*Jika pada suatu titik kita melupakan hal ini maka ada-ada saja hal unik yang aneh/pelik/ajaib terjadi*.
Jangan berpikir bahwa itu biasa melainkan *berusahalah memiliki hati yang peka terhadap suara Tuhan yang berbisik padamu dalam keheningan dan diam*.
Oleh kerana itu, *berubahlah dan segera tinggalkan dosa itu sebelum berbuah menjadi kejahatan yang pada akhirnya menyebabkan kematian rohani*.
Sekalipun demikian, *jangan terlalu fokus/memberikan tumpuan pada keanehan itu melainkan tetap tujukan konsentrasi kepada Tuhan dalam doa, Firman dan puji-pujian*.
_Tuhan menyertai hidupmu.._

_*Salam hidup yang bermakna…..*_

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here