RANCANGAN YANG JAHAT VS PERKATAAN YANG RAMAH. 

0
259

Oleh:  Pdt Martunas P. Manullang

Selamat pagi dan salam damai sejahtera bagi kita semua.

Inilah dua hal yang diperhadapkan kepada kita melalui ayat renungan harin ini.

Selengkapnya ditulis sbb:  “Rancangan yang jahat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi perkataan yang ramah itu suci” (Amsal 15:26).

Kalau kita disuruh untuk memilih dari dua hal : Rancangan jahat atau perkataan ramah?

Saya membayangkan akan banyak (kalau tidak seluruhnya) memilih yang kedua: PERKATAAN RAMAH.

Dalam kitab Amsal kita mengetahui, jika seseorang berbicara, sebenarnya dia sedang memberitahhkan kepada para pendengar, apakah dia adalah seorang yang bijak atau sebaliknya, seorang yang bodoh. Mengapa?

Karena orang yang bijak, pada umumnya akan membagikan pengetahuan yang dimilikinya bagi sesamanya (pendengar) dan para pendengarnya pun dapat merasakan hal-hal yang baik, segar dan bermanfaat dari setiap ucapan orang bijak.

Sedangkan orang yang bodoh, adalah sebaliknya, tidak enak didengar, meresahkan, dan membuat hati dan pikiran pendengarnya terganggu.

Amsal 15 ini mengajak para pembacanya untuk memiliki hati yang baik, hati yang bersih, agar apa yang akan diucapkan atau dikatakannya membawa manfaat bagi pendengarnya.

Membawa manfaat karena: lahir dari hati yang lemah lembut (ay.1),  hati yang bersukacita dalam Tuhan ( ay. 13,15), berisi kebenaran (ay. 14), dan diungkapkan pada saat yang tepat dengan semangat yang tepat (ay. 1, 23, 28).

Perkataan yang ramah adalah suatu yang muncul atau lahir dari suatu proses yang telah dipergumulkan oleh orang bijak, yang dengan hati yang tulus terus menerus meminta pertolongan dari Tuhan agar setiap kata yang keluar dari mulutnya membawa hal yang baik, buah yang baik bagi setiap orang yang mendengarnya.

Baca juga  Intip Pasar Indonesia, Protech Tawarkan Produk Ramah Difabel

Hanya dengan memelihara kebenaran yang dari Tuhan dan hidup dalam rasa syukur dan sukacita di hadapan Tuhan, maka kita sebagai orang percaya, dapat menjadi sumber inspirasi, semangat, kekuatan dan hikmat vagi para pendengar, yaitu orang-orang yang dengannya kita bersentuhan atau berhubungan setiap hari.

Dengan demikian kita sebagai orang percaya dapat menjadi saksi-saksi Kristus melalui setiap perkataan yang inspiratif dan memberi kelegaan atau kenyamanan bagi setiap orang yang mendengarnya.

Melalui semua hal ini, nama Tuhan akan dimuliakan.

Selamat beraktivitas di hari ini. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Pdt Martunas P. Manullang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here