PRESS RELEASE CONFERENCE OF INDONESIAN DIASPORA YOUTH 2018 

0
301

 

 

 

Jakarta, Suarakristen.com

 

 

Kemarin, IDN Global bekerjasama dengan FPCI melaksanakan acara terakhir dalam rangkaian tiga hari acara Conference of Indonesian Diaspora Youth 2018 (CIDY-2018) dengan tema “Merancang Visi Indonesia 2045”; Kontribusi Pemuda dalam Membangun Bangsa” yang diselenggarakan di Grand Sahid Jaya. Di dalam tiga hari ini, CIDY-2018 mempertemukan pemuda cemerlang dari 34 Provinsi Indonesia dengan diaspora muda Indonesia dari seluruh dunia, serta dengan berbagai organisasi kepemudaan dan juga lembaga nasional.

CIDY-2018 telah menghadirkan 15 sesi menarik untuk membahas berbagai topik yang aktual bagi pemuda dan bagi masa depan Indonesia. Sesi-sesi tersebut dilaksanakan secara paralel.

Dalam penyelenggaraan CIDY-2018, Indonesian Diaspora Network Global (IDN-Global) dengan bangga berkolaborasi dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia), Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Asosiasi Dosen Indonesia (ADI), dan Forum Rektor Indonesia.

Conference of Indonesian Diaspora Youth 2018 (CIDY-2018) dimaksudkan sebagai suatu ajang membangun bangsa yang menjadi bagian dari perjalanan negara. Sebagaimana diketahui, pada tanggal 27-28 Oktober 1928, ratusan pemuda dari berbagai daerah di Nusantara berkumpul di kota Batavia (sekarang Jakarta) dan merumuskan 3 visi mengenai masa depan bangsa yang masih terjajah. Visi Sumpah Pemuda inilah yang kemudian menjiwai perjalanan bangsa melalui abad ke-20. Ketiga visi tersebut — Satu Tanah Air, Satu Bangsa, Satu Bahasa — telah tercapai.

Kini, di abad ke-21, generasi muda tertantang untuk memikirkan Visi Indonesia ke depan yang dapat menjadi bahan acuan bangsa, sebagaimana Sumpah Pemuda pada tahun 1928 menjadi acuan bagi generasi-generasi berikutnya. Misi inilah yang dicoba untuk dirumuskan oleh “Proyek Visi 2045: Satu Abad Republik Indonesia”.

Pada sesi talkshow kemarin “The Road to 2045: Getting Through to the Next 27 Years,” Maudy Ayunda, seorang penyanyi, aktor dan publik figur mengharapkan bahwa “Pendidikan Indonesia, -termasuk kurikulum, guru, dan infrastruktur-menghasilkan manusia yang kritis dan inovatif…Kedua, visi di mana sistem pendidikan Indonesia berdasarkan pada potensi kedaerahan dan perlindungan terhadap budaya.” Steven Guntur, dokter muda serta koordinator PPI Dunia 2015/2016, mengungkapkan bahwa “[di Indonesia tahun 2045] ada akses yang sama dari Sabang sampai Merauke serta kualitas yang sama dan tidak ada lagi stunting.”

Baca juga  Likee dan Moonton Gelar Pertandingan Mobile Legends: Bang Bang Antar Influencer

Alamanda Shantika Santoso, selaku Founder dan President Director dari Binar Academy,mengungkapkan bahwa Indonesia harus bisa menjadi negara di mana akademisi, researcher, dan orang-orang yang berkecimpung di bisnis saling terkoneksi, “dan ini belum terjadi di Indonesia sekarang,” ungkap Alamanda. Sementara itu, Grace Billy Mambrasar, Founder dan Consultant dari Kitong Bisa, mengharapkan bahwa “tidak hanya berpusat di Jawa, anak-anak dari seluruh Indonesia memiliki prestasi global.”

Kemarin pula, Visi 2045 telah berhasil dirumuskan oleh pemuda cemerlang dari 34 Provinsi Indonesia dengan diaspora muda Indonesia dari seluruh dunia, Visi 2045 ini akan disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia, Ketua MPR, Ketua DPR, semua Pimpinan Daerah Indonesia, dan semua partai politik di Indonesia. Kami berharap ini akan menjadi dokumen bersejarah yang akan membantu bangsa Indonesia mencari dan memetakan arah perjalanannya ke depan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here