Menjadi Murid Kristus yang Menyangkal Keinginan Dunia

0
325

 

 

,

Oleh: Pdt. Anna Vera Pangaribuan

 

 

Selamat malam çuntuk kita semua, kiranya kasih karunia dari Yesus Kristus menyertai kehidupan kita sekalian.

 

Galatia 5:24, Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

 

MILIK KRISTUS

 

Semua manusia tentu mempunyai keinginan dari dalam dirinya untuk lebih baik dari hari sekarang kepada hari yang akan datang. Manusia juga mempunyai keinginan di dalam hidupnya agar keturunannya berbahagia dan memperoleh pengetahuan dan harta yang berlimpah-limpah. Manusia juga mempunyai keinginan bahwa hidupnya menjadi berkat bagi orang lain. Semua keinginan manusia itu baiklah kita koreksi satu persatu dari yang diatas. Pertama, keinginan ini boleh tetapi keinginan ini perlu ditelusuri maksud dan tujuannya. Keinginan lebih baik dari kehendak Allah atau keinginan lebih baik dari sudut pandang manusianya. Sebab makna baik bagi manusia belum tentu sama dengan baik menurut Allah. Kedua, mempunyai keinginan agar keturunannya lebih baik dari keluarganya yang sekarang. Keturunannya yang baik dan berhasil atau keinginan keluarga untuk terpandang di mata masyarakat? Ketiga adalah keinginan menjadi berkat bagi orang lain atau agar lebih dipandang atau mengingkan pujian dari orang lain. Semua itu masih terpaut pada keinginan kedagingan, tetapi Paulus mengingatkan keinginan daging itu bukan kehendak Allah.

 

Sewaktu Paulus melayani jemaat di Galatia, ada saja jemaat yang tidak paham akan totalitas kehidupannya hanya berdasarkan kehendak dan kuasa Allah saja, diluar itu tidak akan terjadi pembaharuan iman seseorang kepada Allah. Allah mengajarkan bahwa hidup manusia adalah kehendak Allah, maka Allah mengajarkan pemahaman kehendak Allah dan yang bukan kehendak Allah. Tentunya kehendak Allah berasal dari Roh, dan buah dari roh itu adalah praktek kehidupan kita sehari-hari agar tindakan itu mencerminkan bahwa kita malakukan kehendak Allah. Tetapi bukan hanya sebatas melakukan kedendak Allah melalui buah-buah Roh tersebut. Melainkan penegasan akan sikap hidup kita kepada penyangkalan diri di tengah-tengah Dunia ini. Paulus menjelaskan di dalam ayat ke 24 ini: Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Menjadi milikNya bukan hanya sebatas pelaku firmanNya, tetapi menjadi milik yang mempunyai penekanan bahwa miliki Yesus Kristus juga akan diperoleh oleh mereka yang menjadi milikNya. Menjadi milik Kristus harus menyangkal diri melalui menyalibkan keinginan daging dan segala hawa nafsu dari kehidupannya.

Baca juga  CARILAH TUHAN MAKA KAMU AKAN HIDUP

 

Saudaraku kekasih, menyalibkan keinginan daging dan hawa nafsu duniawi adalah tindakan yang sulit untuk dilakukan sebab keinginan daging kita masih kuat di dalam tubuh kita. Untuk itu keinginan daging di dalam tubuh dapat ditiadakan secara perlahan melalui latihan menyangkal diri. Menyangkal diri adalah sikap fokus hanya kepada Yesus Kristus melalui ajarannya saja bukan kepada kebutuhan atau keinginan daging kemanusiaan. Memang kita hidup mempunyai visi di dalam hidup ini, tetapi alangkah baiknya visi kita hanya fokus kepada Yesus Kristus di dalam dunia ini. Sekarang, kita hanya tentukan pilihan kita, apakah kita ingin menjadi milik Yesus Kristus? Atau miliki dunia ini? Melalui FirmanNya pada hari ini, Yesus menginginkan kalau kita harus menjadi milikNya. Jika kita milikiNya baiklah kita melatih diri untuk menyangkal diri. Amin

 

HAAPY DAY

 

Selamat beraktivitas untuk kita semua

Salam Marturia

Pdt. Anna Vera Pangaribuan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here