Rumah Abadi

0
374

 

Oleh: Keila Ochoa

 

_Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. —Yohanes 14:2_

Baca: Yohanes 14:1-14

 

“Mengapa kita harus pindah rumah?” tanya putra saya. Sulit menjelaskan arti rumah, terutama kepada anak berusia lima tahun. Kami memang meninggalkan bangunan rumah itu, tetapi makna sesungguhnya dari rumah adalah tempat orang-orang yang kita kasihi berada. Tempat itulah yang kita dambakan setelah menempuh perjalanan jauh atau selepas bekerja seharian.

 

Di ruangan atas beberapa jam sebelum kematian-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Janganlah gelisah hatimu” (Yoh. 14:1). Para murid tidak yakin akan masa depan mereka karena Yesus telah menubuatkan kematian-Nya. Namun, Yesus meyakinkan mereka akan kehadiran-Nya dan mengingatkan bahwa mereka akan melihat-Nya kembali. Kata-Nya kepada mereka, “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. . . . Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu” (ay.2). Yesus bisa saja menggunakan kata-kata lain untuk menggambarkan surga. Akan tetapi, Dia tidak memakai kata-kata yang menggambarkan suatu tempat yang tidak nyaman atau asing, melainkan sebuah tempat di mana Pribadi yang kita kasihi, yaitu Dia sendiri, berada.

 

C. S. Lewis menulis, “Allah Bapa menyegarkan kita di sepanjang perjalanan hidup ini dengan memberikan sejumlah penginapan yang nyaman bagi kita untuk beristirahat, tetapi Dia tidak membiarkan kita menyalahartikan tempat-tempat tersebut sebagai rumah kita yang sebenarnya.” Kita dapat bersyukur kepada Allah untuk “penginapan yang nyaman” dalam hidup ini, tetapi ingatlah bahwa rumah kita yang sebenarnya adalah surga, tempat kita “akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan” (1Tes. 4:17).

 

Ya Tuhan, aku berterima kasih kepada-Mu untuk surga, rumahku yang abadi.

 

*Kita Menanti-nantikan Tibanya Waktu Untuk Tinggal Bersama Tuhan Selamanya.*

Baca juga  PENGURAPAN MENUJU PENOBATAN: KASUS DAUD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here