Jalan Menuju Kebangunan Rohani

0
513

 

 

 

Oleh: Pdt. Andreas Loanka

 

BGA dari Kisah Para Rasul 1:12-14

 

Hari Pentakosta ditandai dengan terjadinya kebangunan rohani.  Murid-murid mengalami kebangunan rohani, di mana mereka dengan penuh antusias beribadah kepada Allah, bersekutu dengan sesama, tekun dalam pengajaran para rasul, setia melayani sesuai dengan karunia yang mereka miliki, dan menjadi kesaksian yang memberkati orang-orang di sekitar mereka (Kis. 2:1-47).

 

Sebelum kebangunan rohani itu terjadi, para rasul berada dalam masa menanti-nanti (Kis. 1:12-14).  Dari catatan Alkitab tentang rasul-rasul menanti-nanti tersebut, marilah kita belajar tiga hal penting yang merupakan jalan menuju kebangunan rohani.

 

Pertama, KETAATAN KEPADA TUHAN.   Tanpa ketaatan kepada Tuhan tidak mungkin terjadi kebangunan rohani. Belajarlah dari ketaatan para rasul. Alkitab menuliskan: “Maka kembalinya rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun” (Kis. 1:12a). Bukit Zaitun letaknya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem, yaitu kira-kira 2000 langkah atau sekitar satu mil (1,5 Km).  Kembali ke Yerusalem merupakan salah satu wujud ketaatan mereka. Tuhan Yesus telah memerintahkan kepada mereka untuk kembali ke Yerusalem dan menunggu turunnya Roh Kudus (Kis. 1:4-5; Luk. 24:49), dan perintah itu mereka taati dan lakukan dengan hati yang sangat bersukacita (Luk. 24:52). Ketaatan kepada Tuhan merupakan langkah pertama mereka menuju kebangunan rohani.

 

Kedua, KELOMPOK KECIL YANG SEHATI. Pada saat itu yang berkumpul adalah kesebelas rasul,  beberapa perempuan, Maria ibu Yesus, dan saudara-saudara Yesus (Kis. 1:13, 14b).  Jumlahnya tidak banyak, tetapi mereka sehati (Kis. 1:14a). Dari kelompok kecil yang sehati itulah dimulai kebangunan rohani, yang kemudian merambah ke segenap kota Yerusalem, ke seluruh Yudea, ke Samaria, bahkan sampai ke ujung bumi.  Ingatlah, kebangunan rohani dimulai dari kelompok kecil yang sehati.

Baca juga  GEREJA 57 SEN

 

Ketiga, BERDOA KEPADA TUHAN. Berdoa kepada Tuhan itu sangat penting, karena kebangunan rohani itu datangnya dari Tuhan. Selain itu, dengan berdoa para rasul mengijinkan Tuhan berkerja di dalam, bagi melalui mereka. Alkitab menuliskan, “Mereka semua bertekun dengan sehati berdoa bersama-sama” (Kis. 1:14a), yang menyatakan empat kualitas doa para rasul.  Pertama, kesatuan dalam doa: “mereka semua.”   Kedua, ketekunan dalam doa: “mereka semua bertekun.”  Ketiga, kesehatian di dalam doa: “sehati berdoa.”  Keempat, bersama-sama memohon di dalam doa: “berdoa bersama-sama.”  Kesatuan, ketekunan, kesehatian, dan kebersamaan mereka untuk memohon di dalam doa, membuat Tuhan dapat bekerja dengan leluasa di dalam, bagi dan melalui mereka, sehingga terjadi suatu kebangunan rohani.

 

Jalan menuju kebangunan rohani adalah ketaatan kepada Tuhan, kelompok kecil yang sehati, dan berdoa kepada Tuhan.  Caranya sederhana, tapi butuh iman, komitmen dan usaha untuk mewujudkannya.

 

Salam dan doa dari,

Pdt. Andreas Loanka

GKI Gading Serpong.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here