Tidak Bercacat dan Kudus

0
555

Oleh: Pdt. Ladestam Sinaga

 

 

1 Tesalonika 3:13 “Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.”

 

AGAR siap menghadapi tantangan iman demi mahkota kehidupan ada dua ketentuan dasar, yakni TIDAK BERCACAT dan HIDUP KUDUS. Ketentuan itu berpedoman kepada pengorbanan Yesus memikul salib dengan penuh kesetiaan mengalami sengsara, ejekan, hinaan hingga mati, tanpa cacat.

 

Tuhan Yesus tetap menang menaklukkan iblis walau dengan menjalani kematian. Ia tetap tanpa kebencian, kata umpatan dan dendam menghadapi ejekan, cibiran, fitnahan, kekerasan dan maut itu. Semua perkataan Yesus dari salib selalu berupa doa, kasih sayang, pengampunan dan perdamaian.

 

Saudaraku. Sesungguhnya amatlah pahit sengsara yang dilami-Nya. Di saat Yesus memikul salib itu, tentulah iblis akan penuh tawa kemenangan merancang dan mengupayakan siksaan terberat agar Yesus kalah dan gagal, namun Yesus tetap menang. Pengorbanan-Nya kudus dan tidak bercacat. Kudus dan Tak bercacat adalah teladan bagi kita untuk mengasihi Tuhan, sesama dan diri sendiri.

 

Ada lima syarat yang harus kita miliki untuk memenangkan pertandingan iman itu. Pertama: Tetap berupaya bersih tak bercacat oleh dosa. Kedua: Tetap hidup kudus menaati, mengutamakan dan memuliakan Tuhan. Ketiga: Tetap  setia secara memikul salib, tanpa keluhan, ratapan dan kebencian. Keempat: Tetap bersehati menjalani semua ketentuan Yesus, walau kita mengetahui jalan yang mau kita tempuh adalah rancangan maut. Kelima: Tetap dalam kasih dan optimisme akan menerima mahkota kemuliaan di ujung jalan ketaatan.

 

Kita sadari bahwa Tuhan akan menganugerahkan kasih karunia-Nya kepada semua yang mengharapkan akan menerima kemuliaan Allah. Untuk itulah kita dapat bermegah dalam kesengsaraan itu untuk mengharapkan pengharapan, karena Tuhan menganugerahkan  kekuatan, ketabahan, ketekunan dan tahan-ujian oleh kesengsaraan memikul salib itu (Roma 5:2-5).

 

Marilah tetap kudus dan tak bercacat menjalani kehidupan ini hingga akhir hidup kita. Nyatakan dua hal itu sebagai komitmen imanmu. Iblis pasti merancang kegagalan bagi kita setia pada Tuhan, namun kita tidak digagalkan kepahitan. Taklukkanlah kejahatan dengan kasih dan perbuatanmu yang baik. Tetaplah berpengharapan dan hidup sebagai seorang pemenang sejati. Amin.

Pdt. Ladestam Sinaga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here