FELIX NOEL:  LEGENDA SENI BUDAYA MALAKA WAFAT

0
561

 

 

Jakarta, Suarakristen.com

 

Felix Noel terlahir dari keluarga nelayan. Pada tahun 1952 bergabung dalam Angkatan Laut Inggris. Dan pernah bekerja juga di Perusahaan Air Malaka. Dunia seni ia mulai geluti ketika menjadi leader dalam Dance Group Tropa de Malacca. Dan secara khusus menyanyikan lagu-lagi Portugis Malaka di festival-festival, hotel-hotel bahkan ke mancanegara.

 

Legenda Budaya Malaka Senhor Felix Noel tutup usia Rabu, 13 Juni 2018, pada usia 85 tahun, telah mencurahkan seumur hidupnya untuk seni budaya Malaka.

 

Sejarah keportugisan di Malaka dikekalkan ketika masuknya ekspedisi Alfonso de Albuquerque dan menguasai Malaka sejak 1511. Selama itulah kurang lebih 130 tahun Budaya Portugis dikekalkan hingga tahun 1640.  Dan di sana pula kekristenan (Katolik) awal masuk dan berkembang di Asia. Dan oleh keturunan Portugis Malaka mereka melestarikan bahasa Creol Malacca, Portugis,  seni vokal dan seni tari Portugis.

 

Puluhan lagu Portugis Malaka yang Felix Noel nyanyikan menjadikan dirinya legenda bagi seni budaya Malaka. Bahkan lagunya menjadi pengiring bagi tari-tarian mulai dari anak-anak, remaja dan dewasa yang berasal dari Kampung Portugis Malaka (Malacca Portugues Settlement).

Felix Noel  menjadi legenda dan inspirasi serta motivasi bagi kemajuan budaya Portugis Malaka. Malaka benar-benar memanfaatkan dan mengembangkan  dunia pariwisata negerinya. Di Malaka kaum Portugis merupakan  kaum minoritas di samping Tionghoa dan India tetapi Keturunan Portugis Malaka memberikan konstribusi yang besar dalam kemajuan dunia pariwisata. Bahkan Malaka sebagai World Heritage – UNESCO yang tahun 2018 ini memasuki usia ke 10.

 

Kesedihan ini nampak pada masyarakat Malaka.  Tokoh Malaka Josep Sta Maria atau biasa akrab disapa Uncle Jo bertekad akan mengadakan acara berupa tribut/penghormatan kepada Uncle Felix Noel sapaanya dalam acara Festival San Pedro 29 Juni 2018 tahun ini dan juga kepada tokoh-tokoh budaya lainnya seperti Papa Jo.

Baca juga  Magister ilmu Komunikasi UPH Kupas Pentingnya Governement Communication dan Transparansi di Masa Pandemi Covid-19

Suara Felix Noel dan kecintaan terhadap seni budaya telah membawanya keliling dunia. Tentu kepergiannya untuk selama-lamanya ini membawa kesedihan bagi Komunitas Asia Portugis dan pecinta budaya Portugis Malacca.

 

Hubungan Malaka dengan Komunitas Tugu, Jakarta  telah terjalin di era tahun 1970-1972 yaitu korespondensi yang dilakukan Felix Noel dengan Jacobus Quiko. Pernyataan Felix Noel semasa hidupnya  kepada Johan Sopaheluwakan (cucu Betisina Quiko kakak dari Jacobus Quiko) tahun 2014 di Dili bahwa ia mengirimkan 500 kata dalam bahasa Creol Malacca kepada Jacobus Quiko.

 

Sementara itu  pernyataan ahli sejarah Belanda yang bertugas di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Mona Lahonda  di Universitas Indonesia menyatakan bahwa Bahasa Creol Tugu punah di tahun 1940. Jadi jika tahun 1940 – 1970 bahasa Creol Tugu masih diperdengarkan dalam lagu Tugu berarti ada upaya pelestarian dengan didirikan Escola Papia Cristao itu tidak terlepas dari andil Felix Noel dan tentunya Jacobus Quiko yang terus menerus menjaga, merawat dan melestarikan budaya tersebut.

 

Selamat jalan Felix Noel, legenda seni budaya kaum Portugis Malaka. Takkan ada lagi kidung Jingkling Nona dalam Bahasa Portugis Malaka dan Melayu kami dengar dalam Konferensi Asia Portugis Kedua di tahun 2018 ini.

 

Kita kehilangan sosok yang akan mampu menghibur melalui nyanyian dan tarian yangi disajikannya. Tetapi kita percaya Felix Noel akan  abadi dalam jiwa dan memori kita. Semangat, perjuangan dan dedikasinya menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi muda. Rest in Peace Felix Noel. Beristirahatlah dalam damai. Kami mengenangmu dalam keabadian.

 

(Natalia/Warman Rusmani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here